PPSDM Migas Tingkatkan Kompetensi Operator Crane untuk Pekerja Migas

user
nugroho 11 Februari 2022, 10:50 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) memberikan pelatihan Operator Crane Mobil kepada 15 peserta dari perusahaan migas di Indonesia. Pelatihan dilaksanakan secara daring untuk mengantisipasi melonjaknya penyebaran Virus Covid-19 Varian Omicron.

Begitu juga semua kegiatan di PPSDM Migas kembali dilaksanakan secara daring untuk beberapa waktu ke depan.

Pelatihan Operator Crane Mobil dilaksanakan melalui zoom selama dua hari mulai Rabu - Kamis (9-10/2/2022).

Mereka memilih PPSDM Migas untuk meningkatkan kompetensi pekerja tenaga teknik bidang Kran Mobil yang bekerja di kawasan industri perminyakan di Duri, Riau. Dari beberapa peserta yang ikut diketahui bahwa mereka mengikuti pelatihan ini dengan tujuan yang berbeda. Ada yang perpanjangan, baru, dan kenaikan tingkat sertifikasi untuk jabatan. Pelatihan ini membahas beberapa materi yang berkaitan dengan teknis pengoperasian Crane dan keselamatan kerja di lapangan.

Materi hari pertama (9/2/2022) disampaikan oleh dua pemateri yaitu Jamaludin, salah seorang pengajar. Dia  menyampaikan topik Pengetahuan Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) Industri Migas dan Dasar-dasar Rigging dan Alat Bantu Angkat Beban. Sedangkan materi ke dua dari Handoko, S. ST yang menyampaikan tentang Mekanika Teknik dan Load Chart, Pemeriksaan dan Pemeliharaan Kran.

Jamaludin menyampaikan pelaksanaan pelatihan OPA Kran Mobil ini adalah bagian implementasi Undang-undang  Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan kesehatan Kerja dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja Pesawat Angkat dan Angkut. Di aturan tersebut dijelaskan bahwa dalam keselamatan pengoperasian crane harus memperhatikan beberapa hal penting mengingat bahwa terjadinya kecelakaan itu sangat merugikan dan dapat melukai, namun tentunya dengan kewaspadaan dan kedisiplinan pekerja maka kecelakaan itu bisa dihindari.

“Tingkat keselamatan kerja crane sangat tergantung dari kesiapan operatornya, apakah operatornya sudah melakukan tindakan-tindakan sesuai SOP yang berlaku," terang Jamaludin.

Selaku Instruktur, Jamaludin berpesan agar peserta bisa mengingat materi yang disampaikan dengan baik agar saat ujian tulis dan ujian wawancara bisa terlewati peserta dengan mudah yang akan dilaksanakan setelah mengikuti pelatihan ini.

Materi hari kedua (10/2/2022) dilaksanakan dengan melanjutkan materi dari hari sebelumnya. Yakni membahas tentang bagaimana menginspeksi pesawat angkatnya dan lingkungan yang menjadi radius selama kegiatan pengangkutan berlangsung.

Muhamad Nurdin salah satu peserta membagikan pengalamannya selama proses Rigging Safety yang dijalani saat menjalankan pekerjaanya.

“Biasanya pertama kami harus mendapatkan assessment kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi beban, beban itu mau dipindahkan kemana lalu setelah itu kita mencari tempat yang keras untuk menaruh beban, kemudian kita atur jarak radiusnya, setelah semua dokumen memenuhi persyaratan maka baru kita bisa mengeksekusi pemindahan barang dengan crane,” ungkapnya.(adv/suko)


Kredit

Bagikan