PPSDM Migas Berikan Pelatihan dan Sertifikasi Gratis Bagi SDM Lokal di Seluruh Indonesia

user
nugroho 08 Februari 2022, 11:06 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Blora - Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) kembali mengadakan pelatihan program bantuan masyarakat kepada masyarakat di seluruh Indonesia secara gratis.

Pelatihan kali ini mempunyai empat judul yakni pelatihan operator scaffolding, operator pesawat angkat unit kran mobil, teknik listrik migas level teknisi sistem utilitas dan petugas penanganan bahaya gas H2S.

Pelatihan dilaksanakan selama tiga minggu yang telah dibuka secara resmi oleh Koordinator Pelaksanaan Pengembangan SDM, FX Yudi Tryono mewakili kepala PPSDM Migas di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (7/2/2022).

Yudi menjelaskan bahwa pelatihan ini akan diikuti oleh kegiatan serifikasi yang diikuti oleh peserta yang berasal dari seluruh Indonesia.

“Peserta pelatihan program bantuan Kementerian ESDM ini berasal dari 21 kabupaten di Indonesia sebanyak 100 orang peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia khususnya di sub sektor migas. Setelah pelatihan akan dilanjutkan sertikasi kompetensi sesuai bidangnya baik itu ujian teori, wawancara dan praktik dan jika mereka lulus pada ujian ini, maka mereka akan memperoleh sertifikat kompetensi,” ungkap Yudhi.

Acara pembukaan pelatihan dan sertifikasi migas juga dihadiri oleh Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowat. Dia menyampaikan apresiasi kepada PPSDM Migas karena terus mensupport berkembangnya SDM lokal.

“Atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Blora kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM khususnya melalui PPSDM Migas yang telah menyelenggarakan pelatihan dalam rangka peningkatan SDM di seluruh Indonesia," ujarnya.

Menurut Wabup, industri migas merupakan industri yang mempunyai teknologi, resiko dan biaya yang tinggi. Tentunya dengan berkembangnya industri migas di berbagai daerah seperti halnya di Blora, Bojonegoro, Tuban dan daerah lainnya maka perlu didukung SDM yang handal dan kompeten.

"Pelatihan seperti ini sangat diperlukan untuk anak – anak kita,” tegasnya.

Wabup berharap dengan pelatihan ini akan ada banyak SDM lokal yang terlatih dan tersertifikasi sehingga mereka dapat mengambil peran untuk memajukan industri migas yang ada di daerah masing-masing.

“Kesempatan tidak datang dua kali. Saya berharap kalian menjadi tenaga yang professional, unggul dan berdaya saing,” tutupnya.

Kurikulum Pelatihan Scaffolding Level Operator, Operator Pesawat Angkat Operator Mobil Crane dan Rigger, Teknik Listrik Migas: Level Teknisi Sistem Utilitas dan Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S dilaksanakan dengan durasi 120 Jam pelajaran terdiri dari 50 Jam Pelajaran Teori dan 70 Jam Pelajaran Praktik.

Peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Blora, Kabupaten Tuban, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Natuna, Kabupaten Sorong, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kampar, Kabupaten Lhoksumawe, Kabupaten Jabung Tanjung Barat, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Prabumulih, Kota Balikpapan, Kabupaten Tarakan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Kepulauan Aru dan Kabupaten Teluk Bintuni.(adv/suko)


Kredit

Bagikan