Inilah Daftar 9 KKKS Gagal Penuhi Target Lifting Minyak Tahun 2021

user
nugroho 06 Februari 2022, 21:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro -  Sebanyak sembilan dari lima belas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) besar gagal memenuhi target lifting minyak yang telah ditetapkan dalam APBN 2021. Akibatnya target lifting minyak nasional tahun 2021 sebesar 705.000 barel per hari (Bph) terealisasi 93% atau sebesar 660.000 bph.

Berdasarkan data SKK Migas yang disampaikan kepada Komisi VII DPR RI, sembilan KKKS besar yang tidak memenuhi target lifting minyak 2021 adalah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dari target 219.000 bph terealisasi 203.525 bph atau 92,90%; Pertamina Hulu Rokan (PHR) dari target 165.000 bph terealisasi 160.747 bph atau 97,40%; Pertamina EP dari target 85.000 bph terealisasi 71.421 bph atau 84%; dan Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd ditarget 28.000 bph terealisasi 96,90% atau sebesar 27.138 bph.

Kemudian, Pertamina Hulu Energi OSES pada tahun 2021 ditarget lifting minyak sebesar 27.000 bph terealisasi 24.346 atau 90,10%; PetroChina Int. Jabung Ltd dari target 16.000 bph terealisasi 15.436 bph atau 94,50%; Pertamina Hulu Kalimantan Timur dari target 10.500 bph terealisasi 9.294 bph atau 88,50%; BOB PT Bumi Siak Pusako - Pertamina dari target 9.000 bph terealisasi 8.538 bph atau 94,50%; dan Petronas Carigali (Ketapang) Ltd dari target 7.425 bph terealisasi 96,60% atau sebesar 7.078 bph.

"Sedangkan capaian lifting minyak enam KKKS lainnya melampaui target yang ditetapkan," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI belum lama ini.

Dwi menjelaskan realisasi lifting minyak dan gas bumi tahun 2021 mencapai 1.642 juta Barel Oil Equivalent Per Day (BOEPD) atau setara 96% dari target 1,71 juta BOEPD. Dari jumlah tersebut, lifting minyak mencapai 660.000 Barel Oil Per Day (BOPD) atau 93,7% dari target sebesar 705.000 BOPD. Sementara lifting gas bumi mencapai 5.501 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) atau 97,6% dari target 5.638 MMSCFD.

Mantan Direktur Utama Pertama itu mengungkapkan penyebab belum tercapainya target lifting minyak nasional tahun 2021 karena ada beberapa proyek yang terpaksa mundur seperti Tangguh (Train III) dan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB).

"Juga insiden kebocoran minyak yang membuat terganggunya capaian tersebut. Serta dampak dari pandemi di 2020," bebernya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari meminta kepada SKK Migas agar lebih agresif dalam mengembangkan sumur-sumur potensial dan mendorong KKKS untuk meningkatkan produksinya agar target lifting bisa tercapai.

"Karena kita tahu sejak tahun 2016, target lifting migas ini tidak pernah tercapai, meskipun terget itu sudah diturunkan. Kami berharap tahun 2022 ini target itu bisa tercapai. Apalagi pada tahun 2030 sudah menargetkan 1 juta barel," ujar politikus perempuan Fraksi PKB dari Dapil Bojonegoro - Tuban usai mendapat paparan dari SKK Migas.

Untuk diketahui, target lifiting minyak di tahun 2022 dipatok sebesar 703 MBOPD, dan lifting gas bumi 1.036 MBOEPD.(suko)

Kredit

Bagikan