12 Proyek Migas Ditarget Onstream di 2022, Salah Satunya Jambaran - Tiung Biru

user
nugroho 06 Februari 2022, 11:46 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  d suko nugroho

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan 12 proyek besar onstream tahun 2022. Salah satunya proyek strategis nasional (PSN) Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Proyek yang dikendalikan Pertamina EP Cepu (PEPC) itu akan onstrem pada Mei 2022.

"Jambaran-Tiung Biru awalnya ditargetkan onstrem akhir 2021, tapi bergeser pada Mei tahun 2022 ini," ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto dikutip dari video siaran langsung Komisi VII DPR RI dalam rapat dengar pendapat (RDP).

Dwi menjelaskan, mundurnya sejumlah proyek besar, termasuk Jambaran-Tiung Biru karena kondisi global akibat pandemi Covid-19.

"Kondisi ini menjadikan adanya pembatasan pekerja dan distribusi sejumlah peralatan dari luar negeri terhambat, karena tahun kemarin terjadi lock down di sejumlah negara," terangnya.

Sebagai informasi, Lapangan Gas JTB ditarget bisa berproduksi sebesar 192 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Dari jumlah produksi itu 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik PT PLN, dan sisanya untuk kebutuhan industri.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menambahkan, 12 proyek besar yang ditarget onstream tahun 2022, sekarang ini pada fase konstruksi. Proyek tersebut diperkirakan dapat memberikan tambahan kapasitas produksi minyak sebesar 19.000 BOPD dan tambahan kapasitas produksi gas sebesar 567 MMSCFD. Sedangkan perkiraan investasi sebesar US$ 1,35 miliar atau setara dengan Rp 19,6 triliun.

"Melihat capaian 2021, kami optimis target proyek hulu migas yang onstream di tahun 2022 dapat dicapai," tegas Julius.

Julius mengungkapkan, sepanjang tahun 2021, realisasi proyek yang onstream mencapai 15 proyek, dengan investasi sebesar US$ 1,57 miliar atau setara dengan Rp 22,8 triliun. Sementara untuk penambahan kapasitas produksi migas untuk minyak sebesar 18.468 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan tambahan kapasitas produksi gas sebesar 746 miliar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Proyek yang onstream di tahun 2021 antara lain : North Area Jindi South Jambi Block B, EPF Belato2 Selaraya Merangin Dua, Lematang Compression Medco E&P Lematang, EOR Jirak Pertamina EP, WB NAG Compression PetroChina Jabung Ltd, SP Bambu Besar (Asso) Pertamina EP, SP Akasia Bagus Pertamina EP, Upgrade Bangadua Pertamina EP, KLD PHE ONWJ, West Pangkah Saka Indonesia Ltd, Sidayu Saka Indonesia Ltd, Gas Supply to RU-V Pertamina Hulu Mahakam, Oil Plant Semberah Pertamina EP, Merakes Eni East Sepinggan, Debottlenecking FPU Jangkrik Eni Muara Bakau.

Julius menegaskan keberhasilan penyelesaian proyek hulu migas juga tidak terlepas dari penerapan aspek keselamatan kesehatan kerja dan lindungan lingkungan (K3LL) secara optimal, sehingga jam hilang karena proyek dihentikan karena ada kecelakaan maupun outbreak Covid-19 dapat diminimalkan.

“Incident rate (IR) sebagai tolok ukur pelaksanaan K3LL di industri hulu migas dan merupakan standar secara global pada tahun 2021 sangat mengesankan. Industri hulu migas bisa mencapai IR sebesar 0,18 dan merupakan capaian yang terbaik dalam 1 (satu) dekade terakhir," kata Julius.

Ditambahkan, proyek hulu migas tidak hanya memberikan kontribusi pada peningkatan produksi minyak dan gas, tetapi juga memberikan dampak berganda positif lainnya seperti menggerakan industri penunjang hulu migas dan penyerapan tenaga kerja. Capaian tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tahun 2021 mencapai 58,95%, sehingga sebagian besar investasi di proyek hulu migas akan dinikmati dan mendukung peningkatan kapasitas nasional.

"Setiap 1 US$ miliar investasi di sektor hulu migas akan menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, maka dengan investasi proyek hulu migas yang mencapai US$ 1,57 miliar, akan menyerap dan membuka lapangan kerja sebanyak 157 ribu tenaga kerja," pungkasnya.(suko)


Kredit

Bagikan