Lifting Minyak Blok Cepu Terus Menurun

user
nugroho 05 Februari 2022, 13:40 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Lifting minyak atau minyak siap jual dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terus mengalami penurunan. Dari sebesar 217.617 barel per hari (bph) pada tahun 2020, turun menjadi 203.525 bph di 2021.

"Menurunnya produksi Blok Cepu ini dikarenakan meningkatnya kandungan air," kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto saat menyampaikan data 15 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) besar penyumbang lifting minyak nasional pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2022) lalu.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Dwi melanjutkan, target lifting Blok Cepu pada APBN 2021 sebesar 219.000 bph, namun terealisasi 92,90% atau sebesar 203.525 bph. Sementara pada tahun 2022 ini, target lifting Blok Cepu yang dipasang di APBN sebesar 182.000 bph.

"Namun berdasarkan perhitungan angka teknis sesuai WP&B dipasang 170.711 bph," ucapnya.

Sebagai informasi, cadangan minyak Blok Cepu mengalami peningkatkan dua kali lipat dari penemuan awal sebesar 450 juta barel. Pada awal bulan Desember 2018, cadangan minyak meningkat setelah operator melakukan pembaruan data seismik reprocessing guna meningkatkan gambaran di bawah permukaan tanah. Cadangan Lapangan Banyu Urip mengalami penambahan dari 729 juta barel menjadi 823 juta barel.

Untuk mendongkrak produksi minyak Blok Cepu ini akan dilakukan pengembangan sumur baru. PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD Bojonegoro, Jawa Timur, yang terlibat dalam penyertaan modal (Participating Interest/PI) telah menyiapkan tambahan investasi.

Presiden Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), Lalu. M Syahril Majidi menyampaikan akan ada pengembangan tujuh sumur baru di Lapangan Banyu Urip. Nilai investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 135 miliar, yang terbagi empat tahun kedepan.

"Tahun ini investasi awal sebesar Rp 11 miliar.  Selanjutnya pada tahap kedua Rp 40 miliar, dan tahap ketiga mencapai Rp 60 miliar. Sementara untuk, sisanya akan diinvestasikan di 2024," kata Syahril, Selasa (11/1/2022).(suko)



Kredit

Bagikan