Komisi VII Apresiasi Capaian Sektor Energi Tahun 2021

user
nugroho 05 Februari 2022, 11:03 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  d suko nugroho

Jakarta - Komisi VII DPR RI mengapresiasi pencapaian sektor energi yang mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2021. Meskipun dilanda pandemi Covid-19, sektor energi berhasil mencapai target-target yang telah ditetapkan. Perolehan ini diharapkan bisa memacu kinerja yang lebih baik pada tahun 2022.

Pencapaian yang dimaksud di antaranya pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri pada tahun 2021 mencapai 66 persen, atau di atas target 65%, dan penerimaan negera bukan pajak (PNPB) sebesar Rp97,98 triliun dengan tingkat ketercapaian 130 persen dari target APBN sebesar Rp75 triliun.

"Kami harapkan setiap stakeholder berkontribusi mempertahankan kinerjanya," kata Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir pada 2021, sektor energi mencatat kinerja yang positif. Salah satunya sub sektor migas berhasil mencapai target yang telah ditetapkan. Di antaranya pemanfaatan gas bumi untuk domestik dan penerimaan negara terutama PNBP Sumber Daya Alam Migas.

Politisi Partai NasDem itu menjabarkan, pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri pada tahun 2021 mencapai 66 persen, di mana di atas target yang ditetapkan pemerintah sebesar 65 persen.

"Pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik harus ditingkatkan demi mendukung tumbuh kembang industri dalam negeri," tegasnya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala SKK Migas di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2022), membahas pencapaian dan kinerja industri hulu migas sekaligus investasi bidang eksplorasi tahun 2021.

Pada kesempatan yang sama, dirinya menjelaskan kontribusi PNBP Sumber Daya Alam Migas terhadap penerimaan negara tahun 2021 mencapai Rp97,98 triliun dengan tingkat ketercapaian 130 persen dari target APBN. Kenaikan kontribusi Peningkatan PNBP sumber daya alam Migas ini disebabkan kenaikan harga minyak bumi di pasar global yang mencapai 90 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Sedangkan, investasi migas pada tahun 2021 tercatat mencapai 94,59 persen dari target tahun 2021 yaitu sebesar 16,81 miliar dollar AS. Terkait investasi migas ini, Sugeng melanjutkan  perlu diimbangi dengan kebijakan yang mendorong eksplorasi secara masif guna mendukung tercapainya visi satu juta barel per hari pada tahun 2030.

Di sisi lain, wakil rakyat dapil Jawa Tengah VIII itu mengakui lifting migas belum menunjukan kinerja yang sesuai harapan. Hal ini terjadi akibat low entry point sebagai imbas pandemi Covid-19 dan unplanned shutdown dalam beberapa proyek. Ia berharap SKK Migas mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan isu tersebut.

“Kami menilai perlu dilakukan optimasi pada lapangan eksisting percepatan transformasi resources yang menjadi produksi, dengan mempercepat plan of development yang tertunda serta peningkatan bidang eksplorasi untuk menemukan cadangan baru,” tandas Sugeng.

Menanggapi hal itu, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto menyampaikan telah menyiapkan sejumlah strategi sebagai upaya peningkatan dan pencapaian lifting migas yang telah/akan terus dilakukan. Di antaranya optimasi produksi pada lapangan eksisting, percepatan transformasi resources menjadi produksi dengan mempercepat rencana pengembangan (plan of developmemt/PoD) lapangan baru dan rencana pengembangan lapangan-lapangan yang tertunda.

Selain itu, lanjut Dwi, juga mengoptimalkan pemberian insentif dan monetisasi undeveloped discovery, penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) pada lapangan-lapangan yang berpotensi, serta peningkatan cadangan dan produksi migas nasional juga dilaksanakan dengan kegiatan eksplorasi termasuk pelaksanaan program Komitmen Kerja Pasti untuk menemukan prospect dan lead baru.

“Di samping itu, juga dilakukan upaya percepatan proses perizinan dan peningkatan koordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penyelesaian permasalahan operasional di lapangan,” pungkasnya.(suko)


Kredit

Bagikan