DPRD Bojonegoro Minta Pengembangan Migas Pad C Sukowati Dipercepat

user
nugroho 15 Januari 2022, 10:37 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - DPRD Bojonegoro, Jawa Timur meminta proses pengembangan migas Pad C Sukowati di Dusun Karang, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk segera dipercepat. Hal ini menanggapi surat permohonan penetapan titik koordinat pengeboran Pad C yang belum disetujui Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah.

Sebelumnya, Pertamina EP Sukowati Field telah mengajukan surat permohonan penetapan titik koordinat pengeboran Pad C pada Agustus 2021 lalu. Namun, hingga kini permohonan tersebut belum ditanggapi karena surat dari Bupati Bojonegoro belum turun. Permohonan surat dari Pertamina itu, untuk perubahan (adendum) analisis dampak lingkungan (Amdal).

Selain itu, Pertamina EP Sukowati Field juga mengajukan surat yang sama pada Desember 2021. Rekomendasi dari Bupati Anna turun ke Bagian Perekonomian. Isinya meminta untuk dirapatkan lebih dulu. Tapi sampai sekarang belum juga ada rapat.

Kepala Bagian Perekonomian Bojonegoro, Budi Sukisna belum memberikan penjelasan terkait surat disposisi Bupati Anna. Pesan WhatsApp (WA) yang dilayangkan suarabanyuurip.com, Kamis (14/1/2022), pukul 12.39 WIB belum ada balasan hingga berita ini diterbitkan.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan, sementara ini sumber pendapatan dari dana bagi hasil (DBH) Migas terbesar masih disumbang Blok Cepu. Sebab, Pertamina EP Sukowati Field mengalami penurunan cukup signifikan.

"Namun, jika proses pengembangan di Pad C dipercepat maka akan segera dinikmati," katanya, Jumat (14/1/2021).

Sebab, peraturan daerah (perda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) sudah disahkan dan memberikan rekomendasi agar proses eksplorasi mudah. Tentu lanjut dia, jika tidak ada titik terang pasti kegiatan pengembangan Pad C akan terhambat.

"Maka harus ada titik terang. Karena semakin cepat eksplorasinya hasilnya juga segera dinikmati. Dan seharusnya tahun ini sudah ada pembahasan terkait konsep pengembangannya," kata Lasuri.

Karena itu, untuk mempercepat persoalan ini, Komisi B berencana mengundang dan menjadwalkan pertemuan dengan bagian ekonomi sekaligus Pertamina EP Sukowati Field.

Untuk diketahui, pengembangan Pad C Sukowati akan menyedot minyak di bawah Alun-alun dan Pendapa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Teknisnya dengan cara melakukan pengeboran miring dari Dusun Karang, Desa Banjarsari, sejauh sekitar 1,5 kilometer.

Pipa akan ditanam di bawah Sungai Bengawan Solo dengan kedalaman sekitar 30 meter. Pengeboran pipa berada di kedalaman sekitar 10.000 MD atau bawah tanah.

Warga pemilik lahan di Dusun Karang juga sudah diberikan sosialisasi. Ada seluas 47.500 meter persegi atau 4,7 hektar lahan milik 21 warga yang akan dibebaskan untuk penyiapan tapak sumur.

Sumur Pad C Sukowati berdasarkan studi awal bisa berproduksi 4 ribu hingga 5 ribu barel per hari (bph) dari sembilan sumur. Dengan usia produksi  7 sampai 8 tahun.(jk)


Credits

Bagikan