Kawal Target 1 Juta Barel Perhari di 2030, PPSDM Migas Buka Pelatihan Pemeliharaan Fasilitas Produksi Migas

user
nugroho 29 September 2021, 13:16 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugoho

Blora - Minyak dan gas bumi (Migas) merupakan hasil dari alam yang sangat berharga dan penting untuk dijaga keberadaannya dan ketersediannya secara kontinyu. Mengingat perkembangan dunia semakin besar sehingga menjadikan kebutuhan akan energi, terlebih migas juga semakin meningkat. Untuk itu perlu diperhatikan penggunaan teknologi baik itu untuk usaha hulu, hilir dan penunjang migas adalah sebuah keharusan karena tekhnologi yang digunakan juga semakin tinggi dan rumit.

Perkembangan teknologi fasilitas produksi migas juga harus diimbangi dengan pemeliharaan fasilitas produksi migas yang apabila dikelola secara baik dan tepat, cita – cita untuk mewujudkan 1 juta barrel per/day dan 12 miliar kaki kubik/day di tahun 2030 dapat terpenuhi.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) mencermati kebutuhan akan pemeliharaan fasilitas ini sehingga membuka pelatihan Pemeliharaan Fasilitas Produksi Migas secara virtual pada hari Selasa (28/9/2021).

Karwandi, pemimpin pelatihan ini menjelaskan bahwa PPSDM Migas sangat concern tentang pemeliharaan alat-alat yang digunakan dalam produksi hulu migas sehingga pelatihan terlaksana selama tiga hari.

“Harapannya apa? Tentu saja setelah mengikuti pelatihan para peserta mampu menetapkan persyaratan minimum pemeliharaan fasilitas produksi guna pencapaian target produksi serta kepatuhan HSE dg biaya optimum,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Karwandi menjelaskan adanya kemampuan dari peserta untuk menjamin Realibility, Avaibility, Maintainability fasilitas produksi yang optimum. Sehingga nantinya mereka dapat membuat acuan dalam menyusun KPI pelaksanaan pemeliharaan fasilitas produksi.

Prima Ernest, salah satu peserta pelatihan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa selama dua hari mengikuti pelatihan ini para pengajar sangat informatif dan materi yang diberikan mengarah ke substansi keteknikan.

“Alhamdulillah, sejauh ini pengajar sangat informatif dan mengarah ke substansi keteknikan. Untuk Hari ke – 2 sangat mengedukasi terkait kelistrikan pada proses pengolahan produksi karena kebetulan basic saya adalah Process Engineering,” ungkapnya.

Ernest menambahkan hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperbaiki terkait bahan paparan yang kurang baku tetapi itu bisa dikoreksi lagi menjadi lebih informatif untuk kedepannya. Serta adanya diskusi selama pelatihan berlangsung dapat membantu peserta yang berasal dari luar jurusan keteknisan.

Pada pelatihan ini peserta mendapatkan materi meliputi Overview Kegiatan Produksi, Fasilitas Produksi, Pemeliharaan Electrical Equipment, Pemeliharaan Peralatan Instrumentasi, Pemeliharaan Rotating Equipment, Pemeliharaan Static Equipment, dan Pemeliharaan Sistem Proteksi Kebakaran. Terdapat 38 peserta yang mengikuti pelatihan ini yang berasal dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Dewan Energi Nasional, BPH Miga, Badan Geologi dan BPSDM ESDM Kementerian ESDM.(adv/suko)

Kredit

Bagikan