Perbaikan Pipa Selesai, Pertamina EP Fokus Bersihkan Sisa Minyak Mentah

user
nugroho 21 September 2021, 20:22 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Bojonegoro - Pertamina EP Field Cepu telah menyelesaikan perbaikan pipa minyak mentah di Dusun Ngelo, Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.  Sementara sejumlah pekerja masih melakukan pembersihan tanah sekitar pipa dari sisa minyak mentah hingga hari ini, Selasa (21/9/2021).

Pembersihan sisa minyak mentah dilakukan  Pertamina EP Field Cepu dimulai sejak hari pertama pasca terjadinya kebocoran pipa pada Minggu (19/9/2021) lalu.

Menurut PEP Cepu Field Manager, Agung Wibowo proses perbaikan pipa dan pembersihan dilakukan secara bersamaan.

"Kami melakukan pembersihan di area yang terjadi ceceran sejak awal. Pada saat dilakukan perbaikan kami juga telah memulai melakukan pembersihan. Sehingga saat ini kami dalam tahap finalisasi pembersihan," jelas Agung.

Untuk perbaikan pipa, Agung melanjutkan sudah selesai 100% sejak Senin (20/9/2021) kemarin.

"Pipa sudah berhasil ditutup sempurna dan sudah dilakukan pengetesan hingga sudah dipastikan dapat difungsikan kembali," tegas Agung.

Gerak cepat penanganan terhadap ceceran fluida dilakukan Pertamina EP Field Cepu sejak hari pertama terindikasi adanya ceceran. Tim penanganan langsung melakukan penghentian pemompaan dan penutupan block valve di dekat lokasi agar aliran seketika dapat dihentikan. Selain itu dilakukan penyekatan sungai yang kondisinya memang cukup kering agar ceceran fluida dapat dilokalisir.

Koordinasi dan prosedur pelaporan kepada SKK Migas dan stakeholders lainnya juga terus dilakukan Pertamina EP Field Cepu.

"Hari ini kami bertemu dengan Kepala Desa Tambakromo untuk memberikan informasi telah selesainya perbaikan pipa. Kami juga menyampaikan bahwa PEP Cepu Field berkomitmen mengedepankan aspek keamanan keselamatan dan lingkungan dalam menjalankan operasi," tutup Agung.

Sementara itu, Kepala Desa Tambakromo, Kiswanto, membenarkan bahwa sudah ada komitmen dari Pertamina terkait dampak yang ditimbulkan adanya peristiwa tersebut. Namun, dirinya tidak menjelaskan  secara rinci tekait komitmen itu.

"Kami dari pihak desa mewakili warga, ada sekira 50 rumah dan lahan yang terdampak," ujarnya.

Dijelaskan, rumah warga berada di sepanjang kanan dan kiri sungai yang terdampak luberan minyak mentah. Akan tetapi luberan minyak tidak sampai ke hilir, yang bermuara di Sungai Bengawan Solo.

"Pertamina sudah menanggul. Sehingga tidak sampai ke bengawan. Beruntung saat itu tidak terjadi hujan deras," pungkasnya.(ams)

Kredit

Bagikan