PT Rekind Beri Sosialisasi 600 Pesanggem Sekitar Projec GPF JTB

user
samian 30 Desember 2020, 14:06 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind), memberikan sosialisasi kepada kurang lebih 600 petani penggarap lahan Perhutani (Pesanggem) sekitar projec GPF JTB terkait jalur khusus dan umum aktivitas kendaraan menuju lokasi proyek JTB, Rabu (30/12/2020).

Hadir dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Sumur Kembar, Asper Clangap, Lugianto, para mandor hutan, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

"Saya pesan para Pesanggem kalau mau nyebrang jalan ROW hati-hati jangan langsung nyelonong. Tapi berhenti sebentar tengok kanan kiri, jika dirasa sudah aman tidak ada kendaraan lewat baru nyebrang. Agar hal hal yang tidak diinginkan bersama terjadi," pesan Asper Clangap, Lugianto.

Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, mengatakan, sesuai rencana mulai bulan Januari 2021 nanti aktivitas proyek dilakukan jalur khusus dan umum. Artinya pengendara baik sepeda motor maupun roda empat yang bahan bakarnya jenis bensin melalui jalur umum, yaitu alur A (Gledekan ke petak 28). Dan tidak boleh melewati jalan ROW (jalur pipa) karena jalur khusus.

"Rencana mulai tanggal 15 Januari semua akan dilewatkan alur A. Semua tenaga kerja dari arah Utara yang kendaraan bahan bakar jenis bensin, dan langsung parkir di petak 28 yang sudah disediakan tempat parkir. Termasuk mobil yang tidak punya nomor lambung atau paset tidak boleh lewat ROW," kata Zainal Arifin, diacara sosialisasi.

Pria ramah ini menjelaskan, untuk para Pesanggem boleh melewati hanya pada perlintasan yang sudah ditentukan untuk menuju lahan garapannya. Ditempat tersebut akan ditempatkan flagmen untuk mengatur agar Pesanggem lebih aman melintasinya.

"Tempat perlintasan para Pesanggem nanti dijaga Flagmen bertugas untuk menyeberangkan, yaitu di jalur AA, AC, AD, dan AG. Dan tenaga kerja juga dilarang lewat depan wisata Puthuk Kreweng. Banyak kegiatan warga di sekitar wisata," tandasnya.

Salah satu anggota LMDH Bandungrejo, Suyadi, mengaku, senang adanya sosialisasi ini. Sehingga semua pihak, baik petani maupun perusahaan bisa saling memahami.

"Kami senang adanya sosialisasi ini, setidaknya kegiatan ini juga bagian dari bentuk kepedulian Rekind terhadap para petani, dan warga sekitar. Terlebih jalan petani yang semula sulit dilalui sekarang bisa dilalui dengan nyaman karena diuruk dengan pedel atau tanak uruk," pungkasnya.(sam)

Kredit

Bagikan