Bidik Bisnis Gas Flare Banyu Urip, BBS Targetkan Produksi 2022

user
nugroho 14 Agustus 2020, 14:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, bersiap mengelola gas suar bakar (flare) Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, milik ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

"Minggu lalu kita sudah mengajukan penawaran ke EMCL. Sekarang lagi proses evaluasi," ujar Direktur Utama PT BBS, Thomas Gunawan usai rapat Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) P-APBD 2020 bersama PT BBS, Kamis (13/8/2020) kemarin.

Menurut Thomas lapangan minyak Banyu Urip akan mengalami kelebihan gas sebesar 10 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) pada awal 2022. Dengan jangka waktu delapan tahun.

"Jumlah 10 MSCFD itu masih gas kotor. Perlu pengolahan," ucap mantan Project Directur Jambaran-Tiung Biru PT Rekayasa Industri (Rekind) itu.

Thomas menjelaskan proses untuk mendapatkan alokasi gas Banyu Urip setelah dari EMCL akan diusulkan ke SKK Migas kemudian dilanjutkan ke Kementerian ESDM.

"Dari EMCL ke SKK Migas sifatnya hanya rekomendasi. Karena alokasi gas wewenangan menteri, nanti yang menetapan Menteri ESDM," terangnya.

PT BBS akan melakukan beauty contest untuk menggandeng investor dalam pembangunan fasilitas produksi pengolahan gas dari Lapangan Banyu Urip.

"Ini beda dengan rencana pengolahan gas flare yang dulu. Kalau yang sekarang ini alokasinya yang minta kita sendiri. Sedangkan kita berpartner hanya dengan investor yang mempunyai teknologi gas processing," tutur pria yang 26 tahun bekerja di PT Rekind itu.

Penetapan alokasi gas dari Lapangan Banyu Urip oleh Menteri ESDM rencananya akan dilakukan tahun 2020. Setelah itu pembangunan fasilitas produksi pengolahan gas dimulai dan ditargetkan selesai pada 2021.

"Paling lambat akhir 2021 fasilitas sudah jadi, dan 2022 kita sudah bisa lakukan produksi," pungkas Thomas.

Dikonfirmasi terpisah terkiat surat pengajuan pengelolaan gas flare Banyu Urip dari PT BBS, Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya menyampaikan sat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, SKK Migas dan Pemkab Bojonegoro terkait penjajakan komersialisasi gas dari Lapangan Banyu Urip.

"Masih kita koordinasikan," ucapnya melalui pesan WhatsApp.(suko)

Kredit

Bagikan