Komisi C DPRD Bojonegoro Kunker di Kantor PT Rekind

user
samian 09 April 2020, 19:14 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan kunjungan kerja (Kunker) di kantor kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility Jambaran-Tiung Biru (GPF JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (9/4/2020).

Hadir dalam kunker komisi yang membidangi salah satunya tentang kesehatan dan tenaga kerja tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, Agus Supriyanto, dan ditemui langsung oleh Site Manager PT Rekind Zainal Arifin, dan jajaran.

Sedangkan tidak terlihat hadir dari perwakilan operator lapangan Gas JTB, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) dalam pertemuan yang dilaksanakan di salah satu ruang pertemuan kantor PT Rekind tersebut.

Mengawali pertemuan, Zainal Arifin, memaparkan tentang berbagai kegiatan proyek di GPF JTB. Mulai lokasi proyek, jumlah tenaga kerja (Naker) 3000 lebih lokal, dan 1000 lebih non lokal, hingga kendala dalam pelaksanaan. Salah satu kendala yang dialami adalah adanya cuaca acap kali tidak bersahabat, serta adanya wabah corona atau covid-19.

"Cuaca kadang sering hujan membuat pekerjaan tidak maksimal karena harus dihentikan. Kemudian adanya wabah corona tidak bisa mendatangkan peralatan yang dari luar negeri," ujar Zainal Arifin dalam pertemuan.

Untuk mencegah penyebaran virus corona, kata Zainal, pihaknya selalu menjalankan pencegahan sesuai arahan pemerintah dan terkait lainnya. Seperti mengkarantina naker, penyemprotan disinfektan, cek suhu tubuh naker, menganjurkan cuci tangan, dan lain sebagainya.

"Kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, dan menyalurkan bantuan peralatan penganggulangan virus corona di kecamatan sekitar operasi," tandasnya.

Sementara Kepala Disperinaker Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengatakan, bahwa kegiatan industri minyak dan gas bumi (Migas) tetap harus berjalan sesuai aturan pemerintah. Selain itu, untuk mencegah sebaran virus corona pihaknya juga telah dilakukan sosialisasi ke tiap kecamatan sekitar.

Selain itu juga menerapkan sistem yang harus dilalui oleh tenaga kerja rekrutan baru, maupun nakwr yang baru datang dari cuti, dilakukan 14 hari karantina, menjalani berjemur selama dua hari, dan baru dilakukan rapid tes.

"Rencana awal karantina dilakukan di satu tempat, tapi tidak efektif. Karena di Bojonegoro ada Pertamina Asset 4, PEPC, Rekind, EMCL. Sehingga karantinanya dilakukan dibeberapa tempat lokasi. Salah satunya di Hotel Layung.

"Naker harus mendapatkan perlindungan, mulai Alat Pelindung Diri (APD), Masker, dan lain lain," ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, anggota komisi C Maftukhan, mengapresiasi PT Rekind yang telah peduli pencegahan penyebaran corona dengan melakukan pengecekan suhu badan pekerja saat mau masuk lokasi, penyemprotan disinfektan area kantor, area kerja dan lain-lain, agar kedepan perlu ditingkatkan lagi.

Disisi lain pihaknya minta PT Rekind untuk memberikan data detail jumlah naker lokal berapa, non lokal berapa dan mereka dari PT mana saja.

"Tujuannya kami bisa mengetahui secara detail, dan memudahkan untuk memantaunya dalam pencegahan penyebaran virus covid-19," ujarnya.

Pria asli kelahiran Desa Pelem, Kecamatan Purwosari ini menyarankan, agar Rekind untuk meningkatkan pemantauan terhadap naker dari luar daerah agar tidak berinteraksi berlebihan dengan masyarakat sekitar proyek JTB, apalagi itu dari daerah zona merah. Selain itu untuk menekan sebaran corona juga melakukan bakti sosial (baksos) ke desa-desa wilayah operasi, baik wilayah Ngasem, Gayam, Purwosari, dan Tambakrejo. Dengan penyemprotan disinfektan, bagi masker dan lain sebagainya.

"Kami minta untuk kerja lembur malam sementara dibatasi sampai jam 21:00 WIB. Karena sesuai himbauan pemerintah jam 21:00 WIB untuk pulang kerumah, dan tidak berkeliaran se enaknya," sarannya.

"Per Maret sebanyak tiga ribu lebih naker lokal, dan non lokal 1.840 naker. Dari total tersebut dari wilayah mana saja. Tujuannya untuk melihat mereka dari daerah mana. Masuk dalam zona merah apa tidak yang perlu diawasi. Jadi datanya segera dikirim," tegas Ketua Komisi C, Mochlasin Affan.

Menanggapi hal tersebut, Site Manager Rekind, Zainal Arifin, akan segera menindaklanjutinya dilapangan sesuai arahan untuk dikoordinasikan dengan subkon maupun lainnya.

"Untuk data naker akan segera kami kirim," pungkasnya.

Terpisah Pjs. JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Edy Purnomo, mengaku, ketidak hadiran perwakilan PEPC dalam pertemuan komisi C dengan Rekind karena tidak mendapatkan undangan secara resmi dari Komisi C.

"Maaf PEPC tidak dapat undangan. Surat Komisi C hanya untuk PT Rekind, Mas," kata Edy Purnomo, kepada Suarabanyuurip.com.(sam)

Kredit

Bagikan