Siapkan RUPS 2017, PT ADS Lakukan Audit Independen

user
samian 30 Juli 2019, 17:02 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) tengah melakukan audit independen yang akan berlangsung selama satu bulan kedepan. Guna menyiapkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2017 yang hingga kini belum dilaksanakan.

"Kita tengah audit independen, dan harapannya setelah satu bulan kedepan selesai bisa langsung melakukan RUPS," kata Plt Direktur PT ADS, Setyo Yuliono, saat berada di Gedung DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Sambil itu, lanjut Nanang, sapaan akrabnya, PT ADS juga sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) termasuk semua hasil rekomendasi kaitannya dengan skema bagi hasil Penyertaan Modal atau Participating Interest (PI) Blok Cepu antara PT ADS dengan  PT Surya Energi Raya (SER).

Sesuai perjanjian, skema bagi hasil untuk PT SER 75 persen dan ADS 25 persen.

"Kita sedang melakukan negosiasi untuk skema bagi hasil itu 75:25 persen sesuai rekomendasi BPK," ujarnya dihadapan Anggota Komisi B.

Selain itu, pria yang juga menjabat sebagai Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan ini menyatakan, jika telah mengusulkan kepada Bupati Anna Mu'awanah untuk segera melakukan pengisian direksi.

"Sekarang ini, semua jajaran direksi sedang kosong. Yang dua menyalonkan diri DPR RI, dan yang satu habis masa jabatan," tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B, Lasuri, meminta agar segera melakukan pengisian Direksi BUMD yang menangani PI Blok Cepu tersebut, termasuk jabatan Direktur.

"Supaya, kinerja BUMD bisa maksimal dan Bojonegoro bisa segera mendapatkan uang dari PI di Blok Cepu," pungkasnya.

Untuk diketahui, dari 10 persen PI Blok Cepu Bojonegoro mendapat 4,5%, Blora 2,28 %, Provinsi Jateng 1,1%, dan Provinsi Jatim 2,2%.

Pemberian PI oleh pemerintah pusat yang dikelola masing - masing BUMD bertujuan agar daerah dapat terlibat dalam pengelolaan industri migas di wilayahnya, dan bisa meningkatkan pendapatan daerah. Tidak sekadar menjadi penonton. Namun karena saking besarnya modal yang dibutuhkan, terpaksa perusahaan plat merah di daerah (BUMD) menggandeng investor sebagai penyandang dana.

Seperti BUMD Bojonegoro, PT ADS yang menggandeng PT SER. Sayangnya, perjanjian bagi hasil dan skema pembayaran keuntungan PI antara ADS dengan SER, tidak menjadikan Bojonegoro beruntung.

Bojonegoro sebagai kabupaten yang memiliki jatah PI mendapat keuntungan 25 persen, dan 75 persen untuk SER. Selain itu, Bojonegoro akan menerima revenue (kuntungan) setelah semua modal kerja yang dikeluarkan SER kembali atau balik modal. Artinya, meskipun saat ini Lapangan Banyuurip yang terletak di wilayah Kecamatan Gayam, sudah berproduksi puncak sebesar 200 ribu barel per hari (bph), Bojonegoro belum bisa menikmati keuntungan PI Blok Cepu.(rien)

Kredit

Bagikan