Perjalanan Karir Dwi Soetjipto Hingga Jabat Kepala SKK Migas

user
nugroho 16 Desember 2018, 23:29 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com- Dwi Soetjipto telah resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menggantikan Amin Sunaryadi yang telah berakhir masa baktinya pada 30 November 2018.

Pelantikan Dwi Soetjipto dilakukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, di kantor kementerian setempat pada awal Desember lalu.

Menteri Jonan menekankan lima hal penting kepada Dwi Soetjipto. Pertama, mengubah organisasi ke arah yang lebih baik; Meningkatkan cadangan eksplorasi baik pada Wilayah Kerja (WK) migas baru maupun terminasi, dimana saat ini kontraktor diwajibkan menyediakan komitmen kerja pasti untuk eksplorasi yang besarannya USD 2 Miliar untuk 10 tahun ke depan;

Ketiga segera menyelesaikan WK migas terminasi yang jatuh tempo; dan Membantu Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi untuk mengawal WK Eksplorasi yang akan dilelang dan cost recovery yang masih tersisa;

"Juga harus semaksimal mungkin penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN," dalam eksplorasi dan eksploitasi migas," pesannya dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, 3 Desember.

Dilansir dari wikipidia, Dwi Soetjipto adalah eksekutif Indonesia. Dia lahir di Surabaya pada 63 tahun silam yakni 10 November 1955. Suami dari Handini yang dikaruniai dua anak Aditiya Hadi dan Wicaksono.

Perjalanan karier Dwi Soetjipto dimulai sebagai Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PT Semen Padang tahun pada1995-2003. Kemudian menjabat Komisaris Utama PT Igasar, Perusahaan Semen Padang Group pada 1998-2003. Saat itu, dia juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dari Institut Semen dan Beton Indonesia, 2000-sekarang.

Lepas jadi Komisaris, Dwi Soetjipto diangkat menjadi Direktur Semen Padang pada 2003-2005. Kemudian menjadi Dirut PT Semen Gresik tahun 2005-2012.

Setelah itu Dwi Soetjipto diangkat menjadi Direktur PT Semen Indonesia, perusahaan induk usaha semen nasional dengan operasi pabrik terbesar di Asia Tenggara, 2012-2014.

Kinerja Dwi Soetjipto terbilang moncer. Ia Berhasil melakukan konsolidasi industri semen nasional, dipandang sebagai bapak pemersatu industri semen Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Soetjipto sebagai Direktur Utama PT Pertamina menggantikan Keren Agustiawan yang mengundurkan diri pada 2014.

Riwayat pendidikan Dwi Soetjipto adalah Tahun 2009, meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Kekhususan Manajemen Stratejik dari Universitas Indonesia (UI), sebelumnya menyandang gelar Magister Manajemen dari Universitas Andalas Padang, dan gelar Insinyur jurusan Teknik Kimia Institute Teknologi Sepluh November (ITS) Surabaya.

Untuk prestasi kepemimpinannya sebagai eksekutif korporasi dan sumbangsih terhadap pembangunan almamaternya, Dwi Soetjipto pernah dinobatkan sebagai alumnus terbaik dari Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA-ITS).(red)

Kredit

Bagikan