Rekind Rilis 10 Perusahaan Lokal Lolos Verifikasi

user
nugroho 27 Desember 2017, 14:16 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Kontraktor pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi fasilitas pemrosesan gas (Engineering, Procurement, and Construction - Gas Processing Facility (EPC - GPF) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), PT Rekasaya Industri (Rekind) merilis daftar sepuluh perusahaan lokal Bojonegoro, Jawa Timur, yang lolos verifikasi daftar subkontraktor yang berpeluang mendapatkan pekerjaan nantinya (Approval Manufactur List/MPL).

Kesepuluh perusahaan yang lolos AML tersebut diantaranya PT Gayam Asri Manunggal (GAM), PT Daya Patra Ngasem Raya, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), PT Tunggang Jagad, CV Margo Utomo, CV Pangastuti Excelent, CV Sinergi Bangun Sarana, CV Abadi Nusantara Tekhnik dan PT Prima Jaya Persada.

“Meski demikian kami masih membuka peluang bagi rekanan lokal yang lain,” kata  Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (27/12/2017).

Baca Juga :

Pengembangan Proyek Gas J-TB Mulai Disosialisasikan

Empat Kunci Agar Proyek Gas Jambaran – Tiung Biru Sukses

Berharap Rekind Tidak Seperti PP

Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB

Tidak Ada DP, PT Rekind Bakal Seleksi Kontraktor Lokal

Rekind Diminta Segera Sosialisasikan Mekanisme Pembayaran

Inilah Persyaratan Agar Bisa Bekerja di Proyek JTB

Ini Peluang Bisnis yang Bisa Dikerjakan Kontraktor Lokal

BUMD Bojonegoro Janji Utamakan Kontraktor Lokal

Undang 10 Perusahaan Lolos Verifikasi AML PT Rekind

Selain sepuluh perusahan itu, PT Rekind sedang mengajukan perusahaan lokal kepada operator Lapangan Gas Unitisasi JTB, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) untuk mendapatkan persetujuan tambahan.

Menanggapi hal itu, Direktur CV Sinergi Bangun Sarana, Rahmat Aksan, berharap nantinya ada peningkatan mutu pekerjaan di proyek gas JTB dibandingkan lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu.

“Kita berharap memenangkan tender di PT Rekind setelah dinyatakan lolos verifikasi AML ini," kata pengusaha asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, ring satu Lapangan Banyuurip itu.

Pihaknya mengaku siap melibatkan pengusaha lokal lainnya yang belum lolos verifikasi atau pra kualifikasi oleh PT Rekind seperti yang telah disepakati bersama dengan beberapa kontraktor lokal lainnya pada pertemuan Senin (26/12/2017) kemarin di Jalan Veteran.

“Ya kami siap mengajak rekanan lokal lainnya. Yang jelas kita harus mendapatkan dahulu proyek J-TB dari PT Rekind,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sesuai paparan sosialisasi yang dilakukan PT Rekind di Ruang Angling Dharma Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, pekerjaan proyek EPC-GPF akan dimulai pada Januari 2018 mendatang.(rien)

Kredit

Bagikan