Bojonegoro Siapkan Rp25 Miliar untuk Dana Abadi Migas

user
nugroho 03 Oktober 2017, 20:28 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto berharap rancangan peraturan daerah (Raperda) Dana Abadi Migas dapat disahkan menjadi peraturan daerah (Perda) paling lama dua bulan ke depan. Dengan begitu dananya dapat segera dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di APBD tahun ini sebenarnya sudah kita siapkan anggarannya Rp 25 miliar. Kalau Perdanya selesai tahun depan mungkin juga nilainya akan sama," ujar Suyoto di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, beberapa waktu lalu usai mendampingi Menteri ESDM, Ignasius Jonan melakukan down breaking di lapangan Jambaran-Tiung Biru.

Dana abadi ini, lanjut dia, untuk mengantisipasi selesainya cost recovery baik di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, maupun Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru.

“Sebagian besar dananya akan kita ambilkan dari dua sumber itu.  Dari dana bagi hasil migas, kemudian penghasilan dari Participating Interest (PI) yang dikelola oleh BUMD PT Asri Dharma Sejahtera,” jelas Kang Yoto, sapaan akrab Bupati Suyoto.

Diharapkan dengan adanya Dana Abadi ini generasi Bojonegoro mendatang juga ikut menikmati uang dari migas untuk pengembangan sumber daya manusia.

“Jadi bukan hanya kita, tapi anak cucu kita juga ikut menikmati,” tegas bupati dua periode itu.

Sementara itu, Peneliti Senior Bojonegoro Institute (BI), Iskandar Saharudin, berpendapat  inisiatif kebijakan Bupati Bojonegoro tentang Dana Abadi  sangat bagus. Insiatif itu tergolong sebagai inovasi daerah yang harus didukung dan dikawal implementasinya.

“Secara yuridis, kebijakan Dana Abadi  di Kabupaten Bojonegoro sangat mungkin untuk diterapkan," tegasnya.

Menurut Iskandar, ketiadaan aturan umum tidak menegasi aturan spesifik dan teknis yang ada. Dan hal tersebut dapat menjadi acuan bagi kebijakan ditingkat di bawahnya.

"Jadi, meskipun tidak ada ketentuan umum, namun UU APBN 2010 telah menjalankan kebijakan Dana Abadi tersebut untuk pendidikan," pungkasnya. (rien)

Kredit

Bagikan