TWU Dukung Pembangunan Kilang Minyak Bojonegoro

user
samian 11 Juli 2017, 16:03 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pembangunan fasilitas pengolahan minyak bumi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang akan dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), mendapat dukungan PT Tri Wahana Universal (TWU), pengelola kilang minyak mini di Dusun Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

“Kami sangat men-support keberadaan kilang mini baru di wilayah Bojonegoro,” kata External Relations PT TWU, Imam Hambali kepada suarabanyuurip.com, Selasa (11/7/2017).

Ada beberapa alasan perusahan milik Group Saratoga (PT TWU,red) itu mendukung pembangunan kilang minyak mini oleh BUMD Bojonegoro. Salah satunya dapat memberikan multiplier effect (efek berantai) yang berdampak positif pada peningkatan ekonomi daerah.

“Begitu ada kilang mini, pasti akan menggerakkan roda ekonomi seperti jasa transportasi, usaha turunan melalui produk kilang, warung makan serta banyak usaha lainya,” tegas Imam Hambali.

Menurutnya, daripada minyak mentah Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, di export melalui Floating Storage and offloading (FSO) Gagak Rimang di lepas pantai Palang Tuban, yang justru tidak memberikan kontribusi berarti kepada daerah, lebih baik diberikan untuk kilang - kilang mini di daerah.

Dengan begitu, lanjut dia, crude oil dari lapangan minyak yang dikelola anak perusahaan raksasa migas Paman Sam, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), itu dapat memberikan kontribusi nyata dan dapat dinikmati warga lokal Bojonegoro.

“Kami justru senang ada saudara yang bergerak di bidang yang sama untuk dapat memberikan kontribusi pada negara dan regional Bojonegoro,” tandas Imam Hambali.

“Ini sesuai dengan semangat dan tekad pemerintah pusat untuk meningkatkan ketahanan energi nasional,” lanjut dia.

Jika BBS dapat merealisasikan pendirikan kilang minyak mini ini dipastikan dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Bojonegoro. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta beberapa waktu lalu, keberadaan kilang mini TWU dapat memberikan nilai tambah ekonomi sebesar Rp1,3 triliun di tingkat Kabupaten Bojonegoro, Rp2,6 triliun di tingkat Provinsi Jawa Timur, dan Rp9,8 triliun secara nasional.

Selain itu, dari sisi tenaga kerja, multiplier effect pengoperasian kilang mini TWU mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak 5.344 orang di tingkat Kabupaten Bojonegoro, 27.213 orang di tingkat Provinsi Jawa Timur, dan sebanyak 112.196 orang di level nasional.

Juga meningkatkan pendapatan rumah tangga sebesar Rp112,7 miliar di tingkat kabupaten Bojonegoro, Rp327,4 miliar di level provinsi, dan Rp10,4 triliun secara nasional, dan secara tidak langsung mengurangi impor BBM, sehingga bisa mengurangi beban subsidi. Sebab alokasi minyak yang diolah TWU mengurangi jatah impor BBM sejumlah yang sama.

Sebelumnya, Direktur Operasional PT BBS, Tony Ade Irawan menargetkan peletakan batu pertama pendirian kilang minyak mini dapat terlaksana tahun 2017 ini, sehingga pembangunan konstruksi dapat dimulai pada 2018 mendatang.

“Target kita tahun ini bisa groundbreaking,” kata Tony.(suko)

Kredit

Bagikan