Groundbreaking Kilang Minyak Bojonegoro Ditarget Tahun Ini

user
samian 08 Juli 2017, 13:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

BojonegoroGroundbreaking (pelatakan batu pertama) pembangunan fasilitas pengolahan minyak bumi di Bojonegoro, Jawa Timur, oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), ditargetkan tahun 2017 ini.

“Target kita tahun ini,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tony Ade Irawan kepada suarabanyuurip.com, belum lama ini.

Menurut dia jika tahun ini bisa dilakukan peletakan batu pertama, maka tahun berikutnya dapat segera dilaksanakan pembangunan konstruksi.

“Sehingga 2018 konstruksi bisa mulai. Karena kita hanya diberi waktu setahun,” tegas Tony.

Untuk membangun fasilitas pengolahan minyak bumi ini atau kilang minyak mini dibutuhkan investasi sekira Rp1,2 triliun. Investasi tersebut untuk kebutuhan lahan, pembangunan fasilitas, dan perkantoran.

“Kita bermitra dengan PT Tierra Energi,” ucapnya.

Pemerintah sendiri telah menyetujui alokasi minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, untuk Bojonegoro sebesar 30.000 barel per hari. Jumlah tersebut akan dibagi untuk PT BBS 10.000 Bph, PT Humpus 10.000 dan PT Tri Wahana Universal (TWU) 10.000 Bph.

Jumlah tersebut sesuai porsi minyak proporsional dari ExxonMobil Cepu Limited, PEPC, dan Badan Kerjasama (BKS) yang terdiri dari BUMD Bojonegoro, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD Provinsi Jatim PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC), BUMD Blora PT Blora Ptragas Hulu (BPH), dan BUMD Provinsi Jateng PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC).

“Kabar yang kita terima jatahnya segitu,” tegas Tony.

Sekarang ini BBS sedang memperbaharui izin pengolahan minyak bumi untuk diajukan kembali kepada Direktorat Bina Usaha Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Karena izin yang diajukan mitranya, PT Inter Media Energi Perkasa dikembalikan Kementerian ESDM agar diperbaharui.

“Kita sendiri yang diminta mengajukannya. Bukan melalui mitra. Ini yang masih akan kita konsultasikan,” tegas Tony.

Selain itu, BBS sekarang ini sedang melakukan kajian untuk menentukan lokasi mana yang akan dipilih untuk membangun kilang minyak mini. Ada tiga lokasi  yangmenjadi pilihan yakni di wilayah Kecamatan Gayam, Kalitidu dan Purwosari.(suko)

Kredit

Bagikan