Berharap Petani Wadung Dilatih Penggemukan Sapi

user
samian 07 Juni 2017, 18:08 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Pemerintah Desa (Pemdes) Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berharap ada program pelatihan penggemukan sapi untuk petani di wilayahnya. Khususnya petani penggarap lahan Kilang Tuban. Rencananya program jangka panjang ini, diperuntukan bagi petani non produktif yang usianya lebih dari 45 tahun.

"Peralihan dari petani ke peternak yang paling pas," ujar Kepala Desa Wadung, Sasmito, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Balai Desa Wadung, Rabu (7/6/2017).

Dari 2.650 jiwa penduduk Desa Wadung, 90 % bertani, 8 % wirausaha, dan 2 % lainnya nelayan. Validasi terakhir sampai Juni 2017, 30 % petani telah bekerja di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-Awar Tuban.

Keinginan transisi ke peternak ini, akibat menyusutnya luas lahan di wilayahnya. Dulunya lahan pertanian di Desa Wadung seluas 750 hektar. Setelah 400 hektar resmi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), tinggal 150 hektar lahan yang digunakan bertani. Sedangkan 50 hektar sisanya untuk pemukiman.

Lahan seluas 150 hektar ini pun sifatnya semi produktif. Hanya tanaman cabai, jagung, dan kacang yang dapat diandalkan. Pada saat musimnya, 90 % lahan dapat ditanami cabai, kacang mencapai 50 % , jagung 50 % , dan tanaman padi hanya 5 %.

"Sebagian kecil petani yang menanam padi karena kondisi sawahnya tadah hujan," imbuh pria yang hobi Sepak Takraw ini.

Rencana Bupati Tuban, Fathul Huda, menggulirkan program petani holtikultura, sebenarnya sangat diapresiasi olehnya. Adanya keterbatasan lahan, menjadikan program ini kurang efektif diterapkan di Wadung.

Tak hanya itu, Pertamina maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban diharapkan melatih usaha catering maupun welder. Upaya ini untuk mengoptimalkan warga berusia produktif, maupun ibu rumah tangga.

Catatan terakhir, Desa Wadung memiliki 500 orang usia produktif, dan 900 jiwa non produktif usianya di atas 45 tahun. Untuk warga produktif 60 % usianya masih di bawah 25 tahun.

Selain berharap program pelatihan berkelanjutan, Sasmito juga berencana mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Bidang kerjanya meliputi batik, serta daur ulang sampah.

"Rencana ini akan kami bicarakan dengan Pertamina," jelasnya.

Perlu diketahui, sejak awal masyarakat Wadung sangat mendukung proyek Nasional pengolahan minyak kapasitas 320 ribu-400 ribu Barel Per Hari (Bph). Perusahaan patungan Pertamina- Rosneft Oil Company ini diharapkan bermanfaat, menambah keekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.

Terpisah Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Agus Wijaya, langsung merespon keinginan Pemdes Wadung tersebut. Usulan pelatihan penggemukan sapi ini bakal dikomunikasikan bersama Pertamina dahulu.

"Ada rencana itu dan masih disingkronkan dengan Pertamina," sambung mantan Camat Montong. (Aim)

Kredit

Bagikan