Kajari Akan Cek Dugaan Kasus Pembangunan Pabrik Gas Flare

user
samian 29 April 2017, 09:47 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sempat masuk tahap penyelidikan Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Jawa Timur, pada tahun 2014 silam. Mandegnya proyek pembangunan pabrik pengolahan gas flare di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) bersama mitranya PT Intermedia Energi (IME), kini tak terdengar lagi gaungnya.

"Kami belum cek lagi datanya di kantor," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, Muhaji, kepada Suarabanyuurip.com, saat berada di kantor Pemkab Bojonegoro, beberapa waktu lalu.

Pihaknya meyakinkan, apabila ada penghentian dalam penyelidikan dugaan kasus tersebut harus ada alasan yang kuat. Begitu pula, apabila berlanjut maka akan ada penjelasan sampai dimana.

"Hanya saja, karena saya baru menjabat  akhir tahun 2016 lalu jadi belum tahu kepastian kasus tersebut," imbuhnya.

Namun, apabila dugaan kasus tersebut ditangani bagian Pidana Umum maka sudah menjadi ranah kepolisian. Artinya, kasus tersebut berada di tangan Kepolisian Resort (Polres) setempat.

"Kalau dulu ditangani bagian pidana umum, berarti sekarang ranah Polri. Tapi memang lebih tepatnya saya cek dulu ya di kantor," elaknya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro menegaskan, tidak ada penanganan kasus tersebut.

"Tidak ada kasus tentang pembangunan pabrik pengolahan gas flare oleh BUMD atau lainnya," ujarnya singkat.

Seperti diketahui, rencana pembangunan pabrik gas flare dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban oleh PT BBS dengan PT IME dinilai merugikan daerah.

Karena sejak perjanjian awal tahun 2012 lalu hingga 2013, fasilitas produksi yang seharusnya sudah berdiri tidak kunjung dilaksanakan PT IME rekanan yang digandeng PT BBS. Padahal sesuai perjanjian jual beli gas sejak 2013 harusnya sudah berjalan.

Sesuai Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama antara PT BBS dan PT IME pada 26 April 2011 lalu seharusnya bisa berjalan dengan lancar dan Bojonegoro mendapatkan pengasilan dari pengolahan gas flare.(rien)

Kredit

Bagikan