Pusat Dukung Dana Abadi Migas Bojonegoro

user
samian 20 Desember 2016, 09:53 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Dana Abadi Migas yang segera dibentuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat apresiasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkue). Pemerintah pusat menilai tabungan jangka panjang itu merupakan langkah tepat untuk mengantisipasi habisnya sumber migas di wilayahnya.

"Itu Ide yang sangat brilian. Migas itu seperti air, saat air melimpah pasti akan dibuang percuma, dihambur-hamburkan dan tidak dimanfaatkan dengan baik," kata Kepala Dinas Perpajakan dan Pungutan SKK Migas A. Rinto Pudyantoro saat menjadi nara sumber saat Lokakarya dan Kunjungan Lapangan Pengelolaan Industri Hulu Migas yang dilaksanakan, Senin (19/12/2016) kemarin.

Lokakarya yang dilaksanakan Operator Migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan SKK Migas ini menggundang para pejabat di lingkup pemkab, anggota DPRD dan sejumlah media.

A Rinto kemudian mencontohkan, Daerah Palembang yang tidak memiliki perencanaan matang dalam mengelola dana bagi hasil (DBH) Migas. Daerah tersebut dulunya kaya akan sumber migas dengan adanya Blok Lemang, namun kemudian produksinya menurun sampai 1000 barel per hari (bph).

"Apa yang terjadi. Pengangguran meningkat, restoran dan hotel tutup. Tidak ada adalagi orang yang melirik daerah tersebut," ucapnya.

Senada disampaikan Cecilia Risyana, Kasubdit Bimbingan Tekhnis Direktorat Pendapatan dan Kapasitas Keuangan Daerah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurut dia, dana abadi migas ini diperkenankan jika memang diperuntukkan untuk mengantisipasi kejadian-kejadian pada sumber daya alam.

"Secara akademis bisa didekatkan dengan indowment fund. Karena tidak selamanya kita menjadi daerah penghasil. Pada saatnya kita menerima penghasilan dana itu bisa digunakan untuk mengisi kebutuhan-kebutuhan yang ada," sambung Cecilia Risyana.

Sebelumnya Bupati Bojonegoro, Suyoto mengungkapkan ada beberapa alasan perlu dibentuknya dana abadi migas ini. Yakni untuk memperkuat fiskal ketika harga minyak turun saat produksi puncak seperti sekarang ini.

"Sehingga perlu adanya pengelolaan manjemen yang bijak dan baik," tegasnya saat membuka lokakarya.

Selain itu dibentukanya tabungan abadi jangka panjang ini adalah untuk memenuhi keadilan distributif dan partisipatif sesuai sila ke lima Pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dana abadi yang akan diambilkan dari pendapatan migas ini akan diperuntukkan bagi peningkatkan sumber daya masyarakat Bojonegoro.

"Jangan sampai merampas hak anak cucu kita. Karena ada hak anak cucu kita dari penghasilan migas ini," tegas bupati yang akrab disapa Kang Yoto ini.(suko)

Kredit

Bagikan