Pengangkutan Material J-TB Biangkerok Kerusakan Jalan Gayam

user
nugroho 22 Juli 2016, 14:24 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Mulai meningkatnya aktivitas proyek Gas Unitisasi Lapangan Jambaran-Tiung Biru (T-BR) diduga sebagai biangkerok kerusakan Jalan poros Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Salah satunya adalah pengangkutan material baik tanah urug maupun base course untuk kepentingan proyek J-TB yang di operatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Rusak parahnya jalan yang menjadi akses utama meuju lokasi tapak sumur Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro tersebut perlu segera mendapatkan perbaikan secepatnya. Kondisi paling parah berada di wilayah Desa Katur dan Gayam.

Di Desa Katur kondisi jalan rusak paling parah dan setiap titik badan jalan berlobang. Sehingga membahayakan para pengguna jalan yang sedang melintasinya.

Tak hanya berlobang, di beberapa titik kerusakan hingga melebar ke bahu jalan yang berada di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu tersebut.

"Kita sampai bingung milih jalan. Terutama saat kondisi hujan karena jalan tergenang air," ujar Sukar, warga Desa Gayam yang setiap hari melewati jalan tersebut, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (22/7/2016).

Sedangkan di jalur Desa Gayam, kerusakan paling parah terdapat di sepanjang jalan mulai depan Balai Desa Gayam ke selatan (menuju sumur Gas Jambaran) dan jalan raya menuju Desa Brabowan, Kecamatan Gayam (arah sumur Banyu Urip). Selain jalan berlombang, beberapa jembatan di jalan tersebut juga mulai hancur, dan hanya diberikan papan besi untuk menutupi lobang jembatan.

Sementara itu sebagian jalan juga sudah dibangun dengan konstruksi cor beton sepanjang beberapa ratus meter. Namun sisanya belum dilakukan perbaikan hingga kondisinya memprihatinkan.

Masyarakat menghendaki jalan poros kecamatan Gayam segera diperbaiki karena merupakan akses utama menuju sumur migas Jambaran dan Banyu Urip.

"Masak nggon (tempat/lokasi) minyak kok jalannya kayak gini, rusaknya luar biasa," ucap Juari salah satu perangkat Desa Katur ditemui terpisah.

Seperti diketahui sejak Gayam menjadi kecamatan, jalan tersebut berubah status dari jalan poros desa menjadi jalan poros kecamatan Gayam. Sehingga perbaikan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Meski demikian semua pihak seharusnya ikut bertanggung jawab untuk memperbaiki jalan tersebut. Karena kerusakan jalan itu salah satu penyebabnya dilewati kendaraan besar dan pengangkut material untuk kepentingan proyek migas. Seperti saat ini proyek Gas J-TB.

"Saya heran terus siapa yang bertanggungjawab, PT Pembangunan Perumahan (PP) kontraktor PEPC atau Pemkab Bojonegoro?," tanya perangkat desa ring satu Blok Cepu ini dengan nada kesal.

Dia menduga, yang menjadikan biangkerok kerusakan jalan poros Kecamatan Gayam tersebut akibat dari aktivitas kendaraan proyek Gas J-TB yang mangangkut material maupun alat berat lainnya. Karena, aktivitas di proyek Banyuurip, Blok Cepu telah tiada. Jikapun ada alat berat beraktivitas telah melewati fly over (jembatan layang) untuk masuk kelokasi Banyuurip.

"Minimal ditambal sulam sebelum dilakukan perbaikan secara permanen agar kerusakan tidak bertambah parah. Kalau nanti masyarakat beraksi disalahkan. Tapi kalau tidak beraksi menutup mata," pungkasnya. (Sam)

Kredit

Bagikan