Dana Abadi Migas Bojonegoro Belum Jelas

user
nugroho 24 April 2016, 15:40 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur mengakui jika konsep dana abadi migas hingga saat ini masih belum final. Alasannya, sampai sekarang eksekutif belum menemukan payung hukumnya.

"Sampai sekarang masih belum,"kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Supriyanto dalam kegiatan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro, Sabtu (23/4/2016) kemarin.

Padahal sebelumnya Pemkab Bojonegoro telah mengundang akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia untuk melakukan kajian, dan meminta masuk Komisi VII DPR RI terkait konsep dana abadi migas.

"Dasar hukumnya belum ketemu,"ucapnya.

Namun  jika dana abadi berpotensi gagal, menurut Agus, dana yang disiapkan sebanyak Rp100 milyar dari pendapatan penyertaan saham (Participating Interest/PI) 10 % Blok Cepu tersebut akan dialihkan untuk investasi disejumlah blok migas yang ada di Bojonegoro. Misalnya, di Blok Tuban yang saat ini di kelola Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) yang kontraknya akan habis ditahun 2018.

"Itu mungkin bisa jadi opsi," ucapnya.

Agus mengungkapkan di Bojonegoro sendiri masih terdapat blok - blok migas yang belum tereksploitasi. Seperti Blok Nona yang dioperatori Pertamian Eksplorasi dan Produksi (EP) dan Blok Blora oleh PT Sele Raya Energi (SRE). (roz)

Kredit

Bagikan