Pemkab Tak Tahu Perjanjian Gas Flare Diselidiki Kejaksaan

user
nugraha 14 Februari 2015, 16:34 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, hingga saat ini belum mengetahui adanya penyelidikan kasus dugaan penyimpangan perjanjian kerjasama pengelolaan gas flare dari Lapangan Sukowati, antara PT Inter Media Energi (IME) dengan PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) oleh Kejaksaan Negeri setempat.

Sesuai skema awal, BBS bersama mitranya IME akan membangun pabrik gas di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, untuk mengolah gas suar bakar dari lapangan migas milik Joint Operating Body Pertamina - PetroChina East Java (JOBP-PEJ). Namun hingga melebihi batas waktu yang sudah disepakati, pembangunan konstruksi pabrik pengolahan gas tak kunjung dilakukan sehingga kejari mensinyalir ada potensi kerugian dalam perjanjian tersebut.

“Wah, kami belum tahu kalau PT IME dalam penyelidikan,” kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bojonegoro, Helmi Ellisabeth kepada suarabanyuurip.com, Jum'at (13/2/2015) kemarin.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya meminta PT BBS untuk berupaya melihat lebih jeli dan detail dalam memilih mitra untuk semua pekerjaan apapun, tidak hanya  proyek migas. Sehingga tidak kecolongan lagi seperti dengan PT IME.

“Sebenarnya saat merunut cerita lalu, tidak hanya PT IME saja yang melamar, tapi banyak perusahaan lainnya. Tapi, mereka berhasil meyakinkan Pemkab dengan segala potensi yang dia punya sesuai persyaratan,” lanjutnya.

Sehingga, kata Helmi, dengan melihat semua potensi itu, PT BBS menganggap sebagai suatu peluang untuk menggandeng PT IME. Ternyata dalam perkembangannya, di internal PT IME ada persoalan dan ingin menjalin kembali kerjasama dengan cara akuisisi PT Sinar Energi.

“Sekarang ini semua rencana bisnis BUMD tidak serta merta diputuskan oleh pihak manajemen, tetapi dikoordinasikan terlebih dahulu dengan SKPD terkait,” imbuhnya.

Sementara itu, Penyidik Kejaksaan Negeri, Nurhadi, menyampaikan, saat ini pihaknya tengah fokus dan menyelesaikan kasus PNPM Malo. Sehingga untuk kasus penyelidikan PT IME belum ada perkembangan sama sekali hingga kini.

“Kita selesaikan satu dulu, jangan tanya yang lain ya,” ujarnya ramah.(rien)

Kredit

Bagikan