Gas Nguken Tak Ekonomis Dikomersialkan

user
nugraha 06 Januari 2014, 23:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Gas liar di Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang selama ini dimanfaatkan warga setempat untuk kebutuhan rumah tangga tidak ekonomis di komersialkan.

"Itu gas dangkal jika di komersialkan cepat habis," kata Direktur Utama PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Deddy Afidick kepada suarabanyuurip.comsaat mengikuti panen raya bawang merah di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Senin (6/1/2014).

Pria yang sudah lebih dari 29 tahun berkecimpung di industri hulu migas itu menerangkan, gas dangkal adalah gas yang berada dilapisan terluar. Bukan dalam sebuah cekungan atau wadah seperti gas jambaran yang berada di dalam bumi dengan kedalaman cukup dalam dan untuk mengetahui kandungannya diperlukan proses seismik.

"Kandungan gas itu seperti kue lapis. Terdiri dari beberapa lapisan. Nah, yang di Nguken itu berada di lapisan paling atas," ujar Deddy memberikan ilustrasi.

Karena kandungannya sangat kecil itulah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro tak tertarik untuk mengelolanya. Karena antara kandungan dengan biaya yang dikeluarkan tak sebanding. (suko)

Kredit

Bagikan