Pengeboran Air Tanah PPGJ Ditolak Warga

user
nugraha 24 September 2013, 20:24 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora - Rencana pengeboran air tanah untuk operasional produksi gas di Central Processing Plant (CPP) Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) oleh  Pertamina EP di area Blok Gundih, di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali mendapat penolakan dari warga sekitar. Ratusan warga yang mengatasnamakan Serikat Petani Blora Selatan itu menggelar demontrasi dengan mendatangi perkantoran PT. Pertamina EP. PPGJ Cepu untuk menyuarakan aspirasi, Selasa (24/9/2013).

Awalnya massa melakukan pemblokiran jalan utama menuju lokasi Blok Gundih dengan menaruh batu di tengah jalan. Massa kemudian melakukan orasi menggunakan sound system di depan kantor Pertamina EP PPGJ Cepu dengan pengamanan yang ketat dari Polres Blora.

Dalam orasinya massa menuntut agar rencana pengeboran air tanah tersebut dihentikan, serta tenaga kerja yang telah direkrut untuk ditinjau kembali. Sebab sebagian besar tenaga kerja yang terlibat dalam proyek tersebut berasal dari luar daerah.

Setelah menyampaikan tuntutannya, beberapa perwakilan demonstran mendapat kesempatan beraudiensi dengan managemen Pertamina EP. PPGJ dan kontraktor pelaksana pembangunan CPP Blok Gundih.

Audiensi berlangsung sangat alot. Masing-masing pihak tetap bersikukuh dengan argumennya. Pertemuan itu pun tidak bisa menghasilkan keputusan seperti yang diharapkan karena para pimpinan pembuat kebijakan sedang tidak berada ditempat.

"Kita belum bisa memberikan kepastian yang sifatnya membuat keputusan, dikarenakan Pak Dodi,(GM. Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina EP., Red) sedang tidak disini. Oleh karena itu, aspirasi ini tetap kita tampung untuk pembahasan diinternal sebelum nantinya  diadakan pertemuan formal yang melibatkan para pimpinan perusahaan dan unsur pimpinan daerah," kata Suzan, dari PT.  PGGJ Pertamina EP. Cepu ini.

Mendapat jawban itu, perwakilan massa belum puas. Mereka mendesak agar dilakukan penentuan jadwal pertemuan. "Kita usahakan minggu depan pertemuan itu bisa diselenggarakan. Pak Doddi sudah menyatakan kesanggupannya. Itu akan disesuaikan dengan kesanggupan dari unsur pimpinan daerah, " ungkap Suzan.

Perwakilan massa, HM. Warsit, yang juga Mantan Ketua DPRD Blora menyatakan, sanggup mendatangkan unsur pimpinan daerah terkait. "Kita minta pertemuan digelar di Kantor Kecamatan Kradenan, jadi seluruh masyarakat bisa langsung mengikutinya," ujarnya.

Meski deadlock tanpa hasil yang memuaskan peserta aksi, namun warga bisa bernafas lega karena sudah ada kepastian penjadwalan ulang audiensi yang lebih lengkap dengan harapan tuntutan bisa menghasilkan keputusan.

Usai audiensi, Warsit langsung naik podium di atas truk dengan memberi kabar hasil pertemuan. "Semua sudah dijelaskan, belum berani mengambil keputusan. Yang jelas tetap memperjuangkan hak-hak  petani sumber, dan  tenaga kerja harus dari warga lokal," tegas dia dihadapan ratusan warga.

Setelah menggelar aksi, massa berkeinginan memasang portal di jalan menuju CPP Blok Gundih. Namun rencananya itu bisa dicegah setelah Warsit melakukan komunikasi dengan Kapolres Blora, AKBP Mujiyono yang ikut datang ke lokasi.

"Mari kita saling bahu membahu menjaga suasana yang kondusif. Aspirasi sudah kita bantu untuk mediasi. Akan ditampung secara internal, kemudain dalam waktu yang tidak lama akan ada pertemuan yang bisa hasilkan keputusan. Saya mohon jangan diportal karena akan menggangu aktivitas semuanya," himbau Kapolres Blora yang baru menjabat pertengahan September ini.(ali)

Kredit

Bagikan