BBS Kehilangan 10 juta kubik Gas Setiap Hari

user
nugroho 24 September 2013, 12:55 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), kehilangan gas suar bakar dari lapangan Sukowati, Blok Tuban sebanyak 10 juta kaki kubik per hari sejak Pebruari hingga September 2013 ini. Hal itu dikarenakan sampai saat ini badan usaha plat merah itu belum menyelesaikan pembangunan pabrik gas flare di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, untuk mengolah gas suar bakar tersebut.

"Keterlambatan ini mengakibatkan monitisasi gas," kata Field Manager Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB P-PEJ), Junizar kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (24/9/2013).

Dia menjelaskan, monitisasi gas ini adalah gas yang sekarang dibuang, yang seharusnya bisa dimanfaatkan dan menghasilkan revinew. Karena keterlambatan dari PT BBS dalam pembangunan pabrik gas flare akhirnya gas tersebut dibakar terus sehingga tidak bisa diambil lagi.

"Gas itu akan habis terbakar dan tidak bisa dimanfaatkan lagi, lain kalau misalkan ada sarana produksi pendukung. Kalau gas tersebut tidak bisa kita tunda dan dikeluarkan terus minyaknya akan terhambat, karena gasnya gas ikutan," tandas pria berkumis ini, menerangkan.

Junizar mengungkapkan, dengan keterlambatan PT BBS membangun pabrik pengolahan gas tersebut secara hitungan sejak Februari sampai September 2013 ini kontraknya sebesar 10 Juta Kubik/hari. Jadi ada kegagalan memonitisasi gas suar bakar sebesar 10 Juta Kubik/hari.

"Oleh karena itu kami terus mendorong BBS agar segera menyelesaikan fase konstruksi dan memang kita usahakan terus dengan menengok fabrikasi di Pasuruan dan itu kami lakukan dengan maksimal," tegasnya.(rien)

Kredit

Bagikan