Migas Dongkrak Ekonomi Bojonegoro

user
nugroho 14 Desember 2011, 22:48 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ali Mahmudy

Pertambangan minyak dan gas (Migas) masih menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jatim, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi didaerahnya. Sektor migas mampu mendorong bidang-bidang lain seperti pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata, usaha kecil menengah dan perdagangan.

Sesuai data di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro tahun 2008 dengan sektor migas mencapai 12,43% dan tanpa migas sebesar 5.82 %. Ditahun 2009, sektor migas justru mempengaruhi pertumbuhan ekonomi menjadi 10.44 % dan tanpa migas meningkat menjadi 5.93%. Sedangkan ditahun 2010, meningkat signifikan, dengan migas mencapai 11.84% dan tanpa migas sebesar 6.26%.

“Sektor migas berperan besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi disini,” kata Abdul Kholiq, Kepala Bappeda Bojonegoro.

Dari prosentase itu, lanjut Kholiq, pertumbuhan ekonomi tertinggi Bojonegoro berada di sektor pertambangan yakni sebesar 28.14%, disusul kemudian bangunan 10,76%, industri pengolahan 10,53%, dan perdagangan, hotel dan restauran sebesar 7,64%.

“Sektor industri di tahun 2009 sempat mengalami penurunan karena disebabkan adanya krisis global, namun meningkat tajam di tahun 2010,” ungkapnya.

Bahkan, menurut dia, dengan adanya pertambangan ini mampu mendorong sektor perdagangan sehingga memberikan peluang kerja dan usaha. Untuk unit usaha besar, menengah dan kecil tahun 2008 mencapai sebanyak 7.160 unit dengan jumlah tenaga kerja yang terserap 34.441 orang. Kemudian meningkat menjadi 7.941 unit dengan tenaga kerja 39.273 orang ditahun 2009, dan akhir 2010 sebanyak 8.752 unit dengan jumlah tenaga kerja 39.273 orang.

Kondisi itu, kata dia, diikuti menurunnya angka pengangguran dari 112.241 (2008) menjadi 85.141 pada tahun 2010. Juga berkurangnya jumlah angka kemiskinan di Bojonegoro dalam kurun waktu tiga tahun ini. Dari 128.981 rumah tangga miskin (RTM) di tahun 2008 menurun menjadi 84.401 RTM di tahun 2009, kemudin turun lagi ditahun 2010 menjadi 72.127 RTM.

“Hal ini menunjukkan bila sektor pertambangan memberikan multiplier effect besar pada sektor lain yang mendukung industri pertambangan migas yaitu jasa, industri pengolahan, perdagangan dan memacu infrastruktur serta bangunan untuk berkembang pesat,” paparnya.

Mantan Camat Padangan ini memprediksi, tahun depan perekonomian masih akan didominasi sektor primer yakni pertambangan dan pertanian yang diikuti berkembangnya sektor sekunder (sektor Industri Pengolahan, Listrik, Gas, dan Air bersih, Bangunan) dan kemudian tersier (Sektor Perdagangan dan Jasa).

“Kita targetkan tahun (2011) ini pertumbuhan ekonomi Bojonegoro dapat meningkat mencapai 15 persen dengan Migas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, di Bojonegero terdapat beberapa Blok Migas yakni Lapangan Migas Banyuurip – Jambaran, Blok Cepu; Lapangan Sukowati Blok Tuban; Lapangan Tiung Biru (TBR), Blok Gundih, dan Sumur Minyak Tradisional.

Kredit

Bagikan