Segera Survei Seismik Blok Nona

user
nugroho 14 Desember 2011, 00:22 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -Ali Mahmudy

PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), menjadwalkan melakukan survey seismic  di Blok Nona di daerah Bojonegoro, Desember hingga Oktober 2012. Kegiatan tersebut untuk mengetahui potensi cadangan migas lapisan bumi di daerah setempat.

“Sosialisasi dilakukan di Kantor Kecamatan Kedungadem, dengan mengundang berbagai lapisan masyarakat, sebab di wilayah setempat yang akan dimanfaatkan pusat kegiatan survey,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol Linmas) Bojonegoro, Lukman Wafi, Senin (12/12) kemarin.
Menurut dia, dari pertemuan itu terungkap, bahwa Pertamina EP akan melakukan survei seismik di 51 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah selatan Bojonegoro, mulai Kecamatan Kedungadem, Temayang, Sugihwaras, Kepohbaru, Gondang, Baureno dan Sumberrejo.

“Dalam kegiatan itu Pertamina akan membangun base camp di Kedungadem, " jelasnya.
Lukman menjelaskan, wilayah lapangan migas Blok Nona yang dilakukan survei tersebut, lokasinya berbeda dengan wilayah Blok Cepu di Kecamatan Ngasem, Dander, dan Kalitidu, Bojonegoro, yang dikelola Mobil Cepu Limited (MCL), anak perusahaan Exxon Mobil Oil Indonesia (EMOI) dari Amerika Serikat.

“Ini baru tahap survey untuk mengetahui kandungan migas. Harapan kita itu nantinya akan semakin menambah potensi cadangan migas di Bojonegoro,” ujarnya.
Dia berharap, dalam pelaksanaan survei seismic bisa berjalan dengan baik dan sebelum pekerjaan dimulai harus dikomunikasikan dengan masyarakat di sekitar lokasi survei.

“Paling tidak, setelah kegiatan seismik selesai, ada kesan baik di masyarakat,” sergahnya.
Lukman mengaku, belum tahu, berapa jumlah pasti para pekerja yang akan terlibat dalam pelaksanaan survei seismik itu, hanya diperkirakan jumlahnya mencapai ratusan pekerja.
Dalam menyosialisasikan rencana survei seismik tersebut, dilakukan Manajer Eksplorasi dan Operasi PT Pertamina EP, Sapto Edy, dihadiri Kepala Badan Perizinan Pemkab, Bambang Waluyo, Kepala Bagian Lingkungan Hidup (LH), Suharto dan Camat Kedungadem, Ali Machmudi dan jajaran muspika setempat.
Dari keterangan yang diperoleh, wilayah yang masuk Blok Nona, selain di Bojonegoro, juga sebagian wilayah Lamongan, Jombang dan Nganjuk.Dengan adanya survei seismik potensi migas Blok Nona, berarti di wilayah Kabupaten Bojonegoro, akan menambah daftar potensi migas di daerah setempat. (ant)

Kredit

Bagikan