Jalan Desa Gayam Perlu Diperlebar

user
nugroho 11 Desember 2011, 01:27 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Jalan Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, membutuhkan pelebaran untuk mendukung mobilisasi kegiatan konstruksi pengembangan penuh Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu. Sebab jalan desa yang ada sekarang ini dinilai cukup sempit yakni hanya memiliki lebar 4 meter. Akibatnya pengguna jalan khususnya mobil harus ekstra hati-hati setiap kali berpasan dengan truk trailer yang melintas dijalan tersebut.

“Setiap kali berpapasan dengan truk trailer ya berhenti, mas. Agar truknya bisa lewat lebih dulu. Kalau tidak begitu tidak bisa lewat,” kata Kamidin, salah satu warga Desa Gayam.

Seharusnya jalan menuju sumur Gas Jambaran, Blok Cepu, yang masih berstatus jalan desa itu bisa diperlebar lagi masing-masing satu meter untuk kanan dan kiri jalan. Perlebaran bisa dimulai dari pertigaan Pasar Desa Gayam hingga jembatan Kali Golonggong, Dusun Sumur Pandan, sepanjang 3 kilo meter.

Kepala Desa Gayam, Pujiono menyatakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam siap untuk membantu mengkoordinasikan penggunaan lahan dikanan kiri jalan desa yang sekarang ini banyak difungsikan warga untuk persawahan bila Mobil Cepu Limited (MCL) Operator Balok Cepu maupun kontraktornya ingin melakukan pelebaran jalan.

“Kalau warga, saya kira setuju dan mendukung perlebaran jalan ini. Karena saya sudah membicarakan dengan mereka,” sambung Pujiono.

Menurut dia, perlebaran jalan desa ini perlu segara dilakukan mengingat proyek engineering, procurement, and construction (EPC) Banyuuruurip akan dimulai. Apalagi jalan Desa Gayam itu akan menjadi salah satu akses jalan utama untuk mobilisasi peralatan pendukung fasilitas pemrosesan minyak. Sehingga sudah dipastikan banyak kendaraan besar seperti trailer yang keluar masuk.

“Idealnya jalan ini bisa diperlebar menjadi 6 meter,” papar pria yang juga Ketua Forum 15 Kepala Desa Seputar Banyuurip.

Untuk perlebaran jalan itu bisa dilakukan dengan pengurukan dan pembuatan tembok penahan tanah (TPT) atau plengsengan dikanan dan kiri jalan. Hanya saja untuk biayanya perlu dicarikan solusinya. Yang pasti, Pemdes Gayam telah siap untuk menyaipkan lahan di kanan kiri jalan desa bila perlebaran itu nantinya dilakukan.

Kredit

Bagikan