Janji Prioritaskan Warga Bojonegoro - Cepu

user
nugroho 07 Desember 2011, 03:30 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ali Mahmudy

Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, berjanji memprioritaskan masyarakat Bojonegoro Jawa Timur (Jatim) dan Blora, Jawa Tengah (Jateng), dalam kegiatan industri migas Blok Cepu.

”Tolong wartawan dicatat yang besar, saya akan memberi perhatian khusus bagi masyarakat Bojonegoro dan Cepu (Jateng),” ujar Jero Wacik saat memberikan sambutan peletakan proyek engineering, procurement, and cosntruction (EPC) 1 Banyuurip di lokasi central processing facility (CPF), Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Selasa (6/12).

Perhatian khusus yang diberikan itu, kata dia, adalah pemberian pelatihan khusus di pusat pendidikan dan latihan (Pusdiklat) Migas di Cepu bagi warga di dua daerah agar menjadi tenaga utama di industri migas Blok Cepu. Lain itu, juga pemberian beasiswa untuk jenjang perguruan tinggi.

”Untuk mereka (masyarakat Bojonegoro dan Cepu) akan kita permudah persyaratannya,” janji Jero Wacik.

Tak hanya itu, Menteri ESDM juga akan memberikan peluang usaha bagi masyarakat Jatim dan Jateng dalam mendukung proyek Banyuurip. Misalnya, sebagai pemasok kebutuhan makanan (kuliner), transportasi maupun usaha lainnya.

”Kalau bisa dikelola masyarakat sini (Jatim dan Jateng) ya tidak perlu dari Jakarta atau luar negeri,” tegasnya.

Menurut dia, langkah ini dilakukan sebagai upaya mensejahterakan masyarakat sekitar tambang khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sebab setiap tetes minyak yang keluar adalah untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

”Ini sesuai motto kami (ESDM) yang diambil dari UUD’45 pasal 33, bahwa kekayaan alam yang terkandung didalamnya akan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan hajat hidup orang banyak,” tandas menteri.

Karena itu, dia berharap, agar pemangku kepentingan mulai tingkat daerah hingga pusat mendukung proyek ini agar dapat selesai sesuai jadwal. Khususnya persoalaan kemudahan perijinan dari pemerintah daerah. Selain itu, juga meminta kepada kepala daerah yang memiliki sumber daya alam (SDA) untuk dapat meyakinkan masyarakatnya sehingga dapat menekan gejolak sosial masyarakat yang sering menghambat proyek.

”Sejak saya dilantik (menjadi Menteri ESDM) 19 Juli lalu, langsung mendapat tugas khusus dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengawal  proyek migas Blok Cepu,” ungkapnya. Peresiden memberikan deadline akhir tahun 2012 proyek harus EPC Banyuurip harus dimulai.

Kredit

Bagikan