Gas In Proyek Jambaran Tiung Biru Dimulai

user
Suko Nugroho Sbu 15 Agustus 2022, 11:18 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Kontraktor pelaksana proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) mengukir prestasi. Dimana Perusahaan Integrated EPC Nasional satu-satunya milik negara ini masuki tahapan Gas-In, yaitu masuknya aliran gas alam ke dalam fasilitas GPF JTB milik PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang bersentra di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Alhamdulillah sudah flaring Gas In hari ini, dimulai sejak pukul 15.18 Wib,” kata Site Manager PT Rekind, Zainal Arifin, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (15/08/2022).

Diberitakan sebelumnya dalam sosialisasi jelang gas in, Commissioning Manager Rekind, M. Sholeh menyebutkan, bahwa fungsi flaring dapat meningkatkan aspek keamanan operasi eksploitasi minyak dan gas bumi (Migas).

“Jadi jika flare terus menerus menyala, itu artinya bagus untuk keamanan lingkungan,” kata Commisioning Manager PT Rekind, M. Sholeh.

Flare Gas Processing Facility Jambaran-Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sejak pukul 15.18 Wib telah menyala.

Dijelaskan, flaring mempunyai sejumlah manfaat dan fungsi. Antara lain, meningkatkan aspek safety (keamanan) dengan mengurangi tekanan berlebih pada fasilitas proses dengan cara dibakar di flare. Dengan adanya nyala api di flare, akan membakar gas sisa, sehingga akan lebih aman dan sesuai baku mutu. Pada saat beroperasi, api flare dipastikan dalam kondisi menyala sebagai indikator keamanan.

“Dengan begitu, dapat mencegah gas-gas kotor lepas secara tidak terkontrol ke atmosfer yang berpotensi mencemari udara,” jelasnya.

Sementara itu, Enviromental Coordinator PT Rekind, Ilham Akbar, menuturkan, bahwa dampak flare hanya sekira radius 400 meter. Sehingga area terdampak lebih pada sekitar area GPF JTB sendiri. Jikapun ada keluar area project itu sangat kecil.

“Setiap tiga bulan kami juga survei ke sekitar JTB untuk ujian kualitas udara, dan kondisi udara sekitar saat ini sangat baik,” tuturnya.

Apabila saat flaring, Rekind juga bakal melaksanakan patroli di sejumlah titik pantauan sesuai dalam dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang dipegang oleh Pertamina EP Cepu. Termasuk melakukan kegiatan monitoring tiga bulan sekali, dan memasang banner berisi edukasi ke desa sekitar.

“Kesiapan kami untuk hal emergency yang tidak diinginkan, juga sudah disiapkan tim medis, tim pemadam kebakaran, tim evakuasi, tim penanganan lingkungan dan sebagainya,” tandas Ilham.(sam)

Kredit

Bagikan