Ratusan Pekerja Migas Banyu Urip Ikuti Upacara Bendera HUT ke 77 RI

user
Suko Nugroho Sbu 17 Agustus 2022, 13:41 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro – Para pekerja di Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia. Upacara yang menerapkan protokol kesehatan ini dipimpin oleh unsur pimpinan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Satriyo Jatmiko.

Ratusan pekerja dengan berbagai atribut masing-masing memenuhi area parkir di fasilitas perkantoran ladang migas yang bersentra di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Setiap peserta menjaga jarak lebih dari satu meter, sehingga area yang cukup luas tersebut nampak penuh.

“Karena menjaga protokol kesehatan, jadi kita batasi pesertanya,” ucap Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya.

Dijelaskan, bahwa peserta yang masuk ke area tersebut minimal sudah vaksin ketiga dan menjalani tes antigen. Protokol kesehatan ini sudah menjadi standard bagi semua yang masuk ke lapangan migas yang dioperatori EMCL tersebut.

Para peserta meliputi operator, petugas keamanan, hingga pekerja dari berbagai kontraktor yang bertugas. Peserta nampak khidmat mengikuti rangkaian upacara kemerdekaan. Meskipun menggunakan pakaian kerja dengan alat pelindung diri yang lengkap, dan berdiri selama kurang lebih dua jam di bawah terik matahari.

Rexy menambahkan, bahwa upacara bendera juga dilakukan di atas Kapal Alir Muat Terapung, Gagak Rimang di lepas pantai Tuban. Puluhan pekerja di atas kapal mengibarkan bendera, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca teks proklamasi dan Pancasila.

“Upacara ini menambah semangat nasionalisme saya, membangkitkan darah juang untuk ketahanan energi negara kita,” kata Usfri, seorang pekerja, usai upacara.

Saat sesi amanat pembina upacara, dibacakan sambutan dari Kepala SKK Migas, Dwi Sucipto. Dalam sambutannya, Dwi mengajak seluruh penggerak industri migas menggunakan momentum HUT ke-77 RI ini, untuk bersama-sama membenahi diri secara fundamental.

Untuk melakukan transformasi besar, menuju tercapainya strategi besar. Strategi besar tidak hanya di bidang ekonomi, hukum, dan pemerintahan, namun juga dalam pengelolaan energi.

“Industri hulu migas Indonesia bertekad untuk pantang menyerah dalam mencapai target produksi migas, dan akan bergerak cepat dan bangkit, mengikuti pulihnya ekonomi dunia pasca pandemi Covid-19 yang kita harapkan akan segera berakhir ini,” ujar pembina upacara mengutip Dwi Sutjipto.

Dwi juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan kontribusi seluruh manajemen dan pekerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), terutama pekerja di lapangan yang menjadi ujung tombak.

“Para pekerja yang telah bekerja secara pantang menyerah dan extra effort untuk menyelesaikan target pekerjaan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tegas Dwi.(fin)

Kredit

Bagikan