Proyek Jambaran Tiung Biru Mulai Gas In, Sisakan 879 Naker yang Bekerja

user
Suko Nugroho Sbu 19 Agustus 2022, 20:32 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) sudah mulai gas in semenjak awal Agustus lalu. Ada 6.175 tenaga kerja (naker) di proyek JTB telah kehilangan pekerjaan. Jumlah itu terus bertambah karena sejumlah perusahaan di JTB banyak yang kehabisan kontrak.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Slamet mengatakan, proyek pekerjaan sudah banyak yang selesai, otomatis jumlah pekerja di JTB juga berkurang.

"Pengurangan jumlah naker terjadi semenjak Juni 2021 hingga saat ini. Tentu jumlah pengangguran juga akan bertambah seiring banyak perusahaan di JTB kontraknya berakhir," katanya, Jumat (19/8/2022).

Dia mengatakan, berakhirnya kontrak sejumlah perusahaan tentu menyebabkan pengurangan naker di JTB. Sebab, jika dihitung mulai Maret 2021 jumlah naker di JTB sebanyak 7.054. Kini, per Agustus 2022 lalu jumlahnya menjadi 879 naker.

"Sehingga, sampai saat ini sudah ada 6.175 naker yang menganggur," jelasnya.

Slamet menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi data naker JTB kemungkinan yang masih tersisa hanya naker lokal. Yakni terdiri dari 12 desa sekitar proyek sebanyak 879 naker yang masih bekerja.

"Naker tersebut di bawah tiga perusahaan yang masih aktif di proyek JTB sampai Oktober mendatang. Bekerja sebagai Maincontraktor dan Security," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri mengatakan harus ada keterlibatan pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran terbuka. Salah satunya dengan menyerap tenaga kerja lokal saat melakukan pembangunan daerah

"Tahun ini pekerjaan proyek di Bojonegoro dilakukan dan pemenang tender harus menggunakan tenaga kerja lokal. Maka perlu adanya keterlibatan pemerintah," kata Lasuri.(jk)

Kredit

Bagikan