Proyek Pengembangan 7 Sumur Baru Blok Cepu Dimulai 2023

user
Nugroho 27 Agustus 2022, 20:10 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Pengeboran tujuh sumur baru lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan dimulai tahun 2023. Proyek tersebut diperkirakan menelan biaya sebesar USD150 juta atau setara Rp2,128 triliun.

Pengembangan tujuh sumur baru itu untuk menahan laju produksi minyak Banyu Urip yang sekarang ini mengalami penurunan.

Lifting atau minyak siap jual dari lapangan yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), anak usaha ExxonMobil, perusahaan dari negara adikuasa, Amerika Serikat, itu terus merosot sejak 2021 lalu.

Berdasarkan data SKK Migas yang pernah disampaikan kepada Komisi VII DPR RI, lifting Blok Cepu pada 2020 sebesar 217.617 barel per hari (bph). Kemudian turun menjadi 203.525 bph pada 2021 atau di bawah target sebesar 219.000 bph.

Untuk tahun 2022 ini, lifting minyak Banyu Urip yang dipasang EMCL sebesar 170.711 bph, atau di bawah target APBN sebesar 182.000 bph.

Berdasarkan perhitungan angka teknis sesuai work program and buget (WP&B) tahun 2022, lifting yang dipasang EMCL sebesar 170.711 barel per hari (Bph), atau di bawah target yang dipasang di APBN tahun ini sebesar 182.000 bph.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan ExxonMobil akan menggelontorkan investasinya untuk pengeboran lima sumur infill dan pengeboran sumur eksplorasi untuk lapisan klastik.

"Ini dilakukan perusahaan dalam rangka menahan penurunan produksi secara alamiah," ujar Dwi dalam Energy Corner dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (22/8/2022).

Dari total biaya USD 150 juta untuk pengembangan tujuh sumur lapangan Banyu Urip tersebut, sebesar USD15 juta atau setara Rp 216.635.250.000 akan ditanggung oleh empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tergabung dalam Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu.

Keempat BUMD itu adalah pengelola PI 10% Blok Cepu. Rinciannya, BUMD Bojonegoro PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) 4,48%; BUMD Provinsi Jatim PT Petrogas Jatim Utama (PJUC) 2,24%, BUMD Blora PT Blora Patragas Hulu (BPH) 2,18%, dan BUMD Provinsi Jateng PT Sarana Patra Hulu Cepu, 1%.

"Tambahan investasi USD 150 juta itu sudah diputuskan kisaran tanggal 22 atau 23 an Oktober 2021 kemarin," kata Presiden Direktur PT. Petrogas Jatim Utama (PJU), Hadi Ismoyo kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.

Presiden Direktur (Presdir) PT ADS, Lalu M Syahril Majidi sebelumnya menyampaikan, total investasi pengembangan tujuh sumur di Lapangan Banyu Urip, yang ditanggung ADS sebesar Rp 148 miliar. Pembayaran dimulai tahun ini yakni dengan nilai investasi awal 800 ribu USD atau sekitar Rp 11 miliar. Semua investasi tersebut sepenuhnya ditanggung oleh PT ADS.

"Pengeboran pengembangan tujuh sumur di Lapangan Banyu Urip akan dimulai pada 2023 mendatang. Akan tetapi, untuk hasilnya baru dapat dinikmati pada 2025 mendatang," ujarnya.

Menurut perhitungan, tambah Syahril, tujuh sumur pengembangan tersebut secara keseluruhan akan menghasilkan 42 juta barel dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu.(suko)

Credits

Bagikan