Pertamina Kembali Temukan Migas di Sumur Eksplorasi Bajakah Jawa Barat

user
Sasongko 29 Agustus 2022, 20:45 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Jawa Barat - Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina kembali menemukan tambahan sumber daya migas dari pengeboran sumur eksplorasi Bajakah (BJK)-001 di area onshore di kuartal ketiga tahun 2022 ini. Sebelumnya Pertamina juga menemukan sumber daya migas di sumur eksplorasi GQX-1 di area offshore blok PHE ONWJ.

Pengeboran sumur eksplorasi BJK-001 ini dilakukan di wilayah kerja Pertamina EP Jatibarang Field yang berlokasi di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Sumur BJK-001 di tajak merupakan target utama di lapisan batupasir dan batugamping Formasi Cibulakan Atas.

VP Exploration Regional Jawa, Muharram Jaya Panguriseng mengatakan, pengeboran ini mencapai kedalaman akhir di 2682 mMD pada tanggal 1 Juli 2022 lalu. Sumur dibor dengan profil berarah tipe S menggunakan rig PDSI#31.3/D1500-E milik Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

"Dari sumur BJK-001 berhasil ditemukan kandungan minyak dan gas bumi saat Uji Kandung Lapisan ketiga dengan rate gas sebesar 4.4 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD) dan rate condensate mencapai 42.1 Barel Kondensat Per Hari (BCPD)," katanya, Senin (29/8/2022).

Dia mengatakan, pengeboran sumur ini mempunyai tantangan tersendiri baik secara surface maupun subsurface. Sehingga membutuhkan perencanaan, penyiapan dan operasional pengeboran yang tepat dan akurat.

“Pekerjaan tahap dry hole base dapat diselesaikan dengan baik tanpa adanya non-productive time baik dari sisi peralatan jasa penunjang maupun material. Kinerja HSSE yang baik juga ditunjukan melalui hasil zero Lost Time Injury (LTI) sejauh ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pertamina EP, Wisnu Hindadari mengatakan, selama periode Januari hingga Juli 2022, Regional Jawa juga telah menyumbang produksi minyak bumi nasional sebesar 63.553 Barrel Oil Per Day (BOPD), dan gas bumi sebesar 389,84 MMSCFD. Juga, Regional Jawa akan terus mendorong kegiatan eksplorasi di wilayah kerjanya dengan mencanangkan pemboran eksplorasi minimal 10 persen dari total pemboran sumur pengembangan per tahun.

"Hal ini untuk memastikan Reserve to Production Ratio di Regional Jawa tetap terjaga dengan baik pada tahun-tahun mendatang. Selain itu, kami juga akan terus memastikan bahwa eksekusi pemboran baik sumur eksplorasi maupun sumur pengembangan dapat dijalankan dengan menerapkan prinsip On Time, On Budget, On Spec, On Return (OTOBOSOR)," pungkasnya.(jk)

Credits

Bagikan