Proyek Gas JTB Akan Onstream Penuh pada November, Target Produksi 192 MMSCFD

user
Nugroho 30 Agustus 2022, 09:34 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Proyek gas JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diharapkan bisa onstream 100 persen pada November 2022 mendatang. Proyek ini ditargetkan bisa memproduksi sales gas sebesar 192 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) yang akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gas di kawasan Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

Wakil Menteri BUMN 1 Pahala Mansury menyampaikan gas on stream (GoS) dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal GoS akan dilaksanakan 20 persen dari total produksi. Kemudian akan ditingkatkan setelah fasilitas yang lain dapat selesai sehingga bisa naik di angka 40 persen dan selanjutnya di November nanti bisa mencapai angka penuh 100 persen.

"Kita dari Kementerian BUMN tentunya selalu mengawal semua pihak yang terlibat baik itu dari internal BUMN sendiri seperti PT Rekayasa Industri atau Rekind yang merupakan EPC di proyek ini untuk bisa berkoordinasi dengan baik bersama para vendor lain dan memastikan proses GoS bisa berjalan dengan lancar dan aman," ujarnya saat mendampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengungjungi proyek gas JTB, Senin (29/8/2022).

Pahala menegaskan, proyek gas JTB sangat strategis. Bukan hanya pada sektor energi, namun juga untuk sektor pangan karena memiliki peran strategis seperti pupuk.

Apalagi, lanjut dia, jumlah industri di Pulau Jawa mengalami peningkatan cukup signifikan. Khususnya dengan pengembangan kawasan industri di jalur utara pulau Jawa dengan sudah siapnya pipa Gresik - Semarang (Gresem).

"Project JTB ini sangat strategis bagi pengembangan kawasan industri di Pulau Jawa ini," tegasnya.

Mensesneg Pratikno dan Wamen BUMN 1 Pahala Mansury dapat paparan perkembangan proyek Gas JTB.
PEPC© 2022 suarabanyuurip.com/Dok.PEPC

 

Mensesneg menambahkan, dalam skala global saat ini terjadi kebutuhan energi yang cukup besar, salah satunya karena dampak dari perang ukraina dan lainnya.

Selain itu, lanjut Menteri Kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro itu, kebutuhan gas domestik juga meningkat luar biasa sejalan dengan kebijakan Presiden untuk industrialisasi dan hilirisasi.

"Itu artinya kita harus memproduksi gas secara besar, terlebih gas memiliki emisi yang lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya," ujar Pratikno.

“Ini akan mendukung kebijakan nasional kita dalam suplai energi yang emisinya lebih rendah," tambahnya.

Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman sebelumnya menyampaikan, penemuan migas di Indonesia didominasi gas, begitupula di Jabanusa. Dalam waktu dekat dengan telah gas-in proyek Jambaran Tiung Biru (JBT) sebentar lagi Jawa Timur akan surplus gas.

"Dalam jangka panjang, seiring pelaksaaan plan of development (PoD) proyek hulu migas di Jabanusa, maka surplus gas akan semakin besar," ujarnya saat menghadiri Gas Expo SKK Migas Jabanusa di Surabaya, Senin (29/8/2020).(suko)

Credits

Bagikan