SKK Migas Belum Dapat Informasi Presiden Jokowi Akan Resmikan Proyek Gas JTB

user
Nugroho 09 September 2022, 19:52 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyatakan belum mengetahui informasi tentang agenda kunjungan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk meresmikan proyek gas Jambaran - Tiung Biru (J-TB) pada Senin (12/9/2022) mendatang.

"Maaf, saya belum tahu informasi tersebut," kata Kepala SKK Migas Perwakilan Jawa Bali Nusa Tengara (Jabanusa), Nurwahidi kepada suarabanyuurip.com, Jumat (9/9/2022).

Senada disampaikan Plt. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Mohammad Kemal. Ia menyampaikan, tidak mengetahui jika Presiden Jokowi akan melakukan peresmian Proyek Gas JTB pada pertengahan September ini.

"Kalau sudah masuk agenda saya tidak tahu," ucap Kemal dikonfirmasi terpisah.

Namun demikian, Kemal menyarankan agar melalukan konfirmasi ke Pertamina untuk memastikan kunjungan Presiden Jokowi dalam rangka peresmian proyek gas JTB.

"Mungkin teman-teman pertamina lebih bisa konfirm hal ini. Kalau memang akan ada peresmian, mereka sedang mempersiapkan harusnya," tuturnya.

JTB Site Office & PGA Manager Peetamina EP Cepu, Edy Purnomo dikonfirmasi terkait kabar kunjungan Presiden Jokowi untuk meresmikan proyek unitisasi Gas JTB, belum memberikan jawaban.

Informasi yang diperoleh suarabanyuurip.com, selain meresmikan proyek JTB, Jokowi dikabarkan akan menyaksikan pengaliran gas 20% ke metering gas processing facility (GPF) JTB.

"Infonya seperti itu. Presiden akan ke JTB tanggal 12 September 2022," ujar sumber terpercaya suarabanyuurip.com.

Presiden Jokowi direncanakan juga akan melakukan penanaman pohon di area proyek unitisasi Gas JTB. Kata sumber tadi, sekarang ini sedang dilakukan pembersihan lokasi khususnya di area pagar yang banyak ditumbuhi semak belukar.

"Bahkan pawang ular juga diterjunkan. Karena di area lokasi banyak ditemukan ular cobra," pungkasnya.

Wakil Menteri BUMN 1 Pahala Mansury sebelumnya menyampaikan gas on stream (GoS) JTB dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal GoS akan dilaksanakan 20 persen dari total produksi. Kemudian akan ditingkatkan setelah fasilitas yang lain dapat selesai sehingga bisa naik di angka 40 persen dan selanjutnya di November nanti bisa mencapai angka penuh 100 persen.

"Harapan kita Pada November nanti GoS bisa penuh 100 persen," ujar Pahala saat mendamping Menteri Sekretaris Negara (Mensetneg) Pratikno melakukan kunjungan ke proyek Gas JTB pada Senin 29 Agustus 2022.

Untuk diketahui, cadangan gas JTB sebanyak 2,5 triliun kaki kubik (TCF) yang akan diproduksi 25 tahun. Salah satu lapangan migas andalan nasional ini ditargetkan bisa memproduksi sales gas sebesar 192 MMSCFD.

Dari produksi gas JTB sebesar 192 MMSCFD, sebanyak 100 MMSCFD dibeli Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan harga US$ 7,6/MMBTU. Juga untuk memenuhi kebutuhan gas di kawasan Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

Sekadar informasi, rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Bojonegoro selalu batal. Mantan Walikota Solo itu pernah dijadwalkan menghadiri tasyakuran pencapaian puncak produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, sebesar 165 ribu barel per hari (bph) pada 27 April 2016, namun batal.

Jadwal kunjungan Jokowi kemudian diundur pada pertengahan Mei 2016 mendatang, namun batal juga. Saat itu semua persiapan telah dilakukan untuk penyambutan. Tak hanya itu, Jokowi juga batal melakukan groundbreaking proyek Gas JTB.(suko)

Credits

Bagikan