Bojonegoro Jadi Lokasi Proyek Strategis Nasional Pembangunan Pabrik Metanol

user
Nugroho 21 September 2022, 16:35 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Sejumlah proyek strategis nasional (PSN) menjadi prioritas Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk segera dituntaskan sebelum tahun 2024 mendatang. Di antaranya pembangunan bendung gerak Karangnongko dan pengembangan biofuel, metanol, dan etanol di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Selain dua proyek tersebut yang menjadi prioritas Jokowi adalah Tol Tuban-Lamongan, Tol Trans Sumatra, Tol Semarang-Demak, proyek pabrik pupuk di Kabupaten Fakfak, proyek pelabuhan peti kemas di Muaro Jambi, hingga proyek Lapangan Ubadari.

Terdapat juga Ibu Kota Nusantara (IKN) ditetapkan sebagai PSN. Hal tersebut dilakukan agar mempermudah pembangunan IKN.

“Bapak Presiden meminta agar keseluruhan proyek secara nasional bisa selesai secara fisik sebelum 2024,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai rapat terbatas dikutip dari laman setkab.

Selain itu, lanjut Airlangga, Presiden Jokowi juga menekankan agar seluruh PSN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia, khususnya penciptaan lapangan kerja. Tidak hanya itu, Presiden juga berharap PSN yang ditetapkan pemerintah dapat memberikan efek berganda atau multipier effect bagi perekonomian nasional.

“Apakah itu bendungan, apa itu jalan tol, itu membuka akses yang lebih luas dan beberapa bendungan tentunya berada di wilayah-wilayah yang bisa mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat karena dengan ketersediaan air dan juga dari segi irigasi yang lebih banyak dan lebih baik untuk terkait dengan masalah ataupun terkait dengan program-program agriculture atau program pertanian,” ucap Airlangga.

Menko Ekon membeberkan, sejumlah PSN yang masih dalam proses pengerjaan di antaranya proyek Bendungan Gerak Karangnongko, Tol Tuban-Lamongan, Tol Trans Sumatra, Tol Semarang-Demak, serta pengembangan biofuel, metanol, dan etanol di Kabupaten Bojonegoro. Selain itu terdapat juga proyek pabrik pupuk di Kabupaten Fakfak, proyek pelabuhan peti kemas di Muaro Jambi, hingga proyek Lapangan Ubadari.

Untuk diketahui, pembangunan biofuel, metanol, dan etanol di Kabupaten Bojonegoro tersebut, juga akan dilakukan di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pembangunan pabrik metanol di Cepu akan dilaksanakan oleh Air Producs, perusahaan pengolahan gas dan kimia dari Amerika Serikat. Total investasi yang dikucurkan di Indonesia mencapai 15 miliar USD atau setera Rp219 triliun. Dari jumlah itu, sebanyak 7 miliar USD atau setara Rp102,4 triliun telah digelontorkan untuk proyek DME metanol di Balongan.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengatakan, dari rencana investasi Air Products sebesar 15 miliar Dolar AS, untuk saat ini sudah terealisasi tahap pertama sebesar 7 miliar Dolar AS. Yakni untuk proyek DME, metanol di Balongan.

"Dan mau membangun juga metanol di Cepu, sisanya kita akan bikin hidrogen yang akan dibangun di Indonesia dengan memanfaatkan bendungan-bendungan yang dimiliki negara,” ucap Bahlil dalam keterngan tertulisnya, Selasa (24/5/2022) lalu.

Bahlil juga menyampaikan, dari hasil diskusi Presiden dengan CEO Air Products, terdapat juga rencana akan membangun industri dari hulu ke hilir di bidang petrokimia.

“Sekarang tugasnya adalah pemerintah Indonesia harus segera mengeksekusi. Karena uangnya sudah ada, proyeknya sudah ada. Saya pikir pertemuan hari ini dengan Bapak Presiden dengan Pak Seifi ini menunjukkan bahwa investasi di Indonesia tidak hanya dikuasai suatu negara tertentu tapi sudah merata,” ujar Bahlil.

Blora Siapkan Kawasan Peruntukan Industri

Kehadiran investor di Kabupaten Blora, sepertinya telah dipersiapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi, Jawa Timur telah menyiapkan lahan seluas 1.100 hektar (Ha) untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI). Lokasinya di 14 titik yang tersebar di 11 kecamatan.

Data Badan Perencenaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, ke 14 kawasan itu berada di Desa Sambongrejo, Desa Gadu, Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, seluas 37,0 ha; Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu, seluas 6,4 ha; Kelurahan Cepu dan Ngelo, Kecamatan Cepu, seluas 18.7 ha; Desa Ngraho, kecamatan Kedungtuban, seluas 51 ha; Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, seluas 80,4 ha; dan Desa Randulawang, Kecamatan Jati, seluas 53,3 ha.

Kemudian Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, dengan luas tanah 26,3 ha; Desa Sendangwates dan Gagakan, Kecamatan Kunduran, seluas 90,3 ha; Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan, seluas 383, 7 ha; serta Desa Nglagitan dan Gempolrejo, Kecamatan Tunjungan, seluas lahan 86, 2 ha.

Selanjutnya Desa Sitirejo, KecamatanTunjungan, dan Desa Sendangharj Kecamatan Blora, seluas 85,8 ha; Desa Plantungan, Kecamatan Blora, seluas 115,3 ha; Kelurahan Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, seluas 77 ha, dan Desa Ngloroh, Gunung Kecamatan Jepon, seluas 9 ha.

KPI yang disiapkan Pemkab Blora ini tidak untuk industri tertentu. Investor dipersilahkan memilih sendiri.

Selain telah menyiapkan lokasi KPI, Pemkab Blora juga mulai membuat masterplan kawasan industri di Kundruan untuk menarik minat investor. Dalam masterplan yang ditunjukkan, terdapat bangunan-bangunan gudang dan tempat industri lainnya berdiri dalam satu kawasan.(suko)

Credits

Bagikan