SKK Migas Sebut ExxonMobil Akan Kembangkan Lapangan Migas Alas Tua dan Cendana

user
Nugroho 03 Oktober 2022, 11:44 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) akan mengembangkan sejumlah lapangan migas di wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, sejumlah lapangan yang akan dikembangkan di antaranya adalah Lapangan Alas Tua Timur di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Lapangan Alas Tua Barat di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, dan Lapangan Cendana di Desa Cendono, Kecamatan Padangan.

"Ketiga lapangan itu memiliki kandungan sumber gas," ujar Dwi.

Mantan Direktur Utama Pertamina itu menjelaskan, SKK Migas sekarang ini sedang berdiskusi dengan ExxonMobil untuk rencana pengembangan dan investasi beberapa lapangan di WK Migas Blok Cepu tersebut.

"Saat ini kita sedang diskusi mengenai rencana investasi-investasi mereka ke depan," ucap Dwi seraya menegaskan tidak ada isu terkait akan hengkangnya ExxonMobil dari Blok Cepu seperti dikutip dari kanal Economic Update di CNBC Indonesia.

Ia menegaskan jika Blok Cepu masih sangat ekonomis karena satu wilayah kerja yang memiliki cadangan migas cukup besar. Menurut dia, keekonomian blok migas tersebut bukan hanya di level nasional tatapi secara global.

"Penopang lifting kita sekarang ini ada dua yakni Blok Cepu sekitar 160 sampai 170 ribu barel per hari, dan Rokan sekitar 160 sampai 165 ribu. Lifting dua blok ini yang paling besar saat ini," beber Dwi.

Lapangan Alas Tua Barat dan Timur pernah dilakukan pengeboran (eksplorasi) pada medio 2010 dab 2013. Namun setelah itu kegiatan tidak dilanjutkan, dan fokus pada pengembangan Lapangan minyak Banyu Urip di wilayah Kecamatan Gayam.

Jika lapangan Alas Tua Timur dan Barat, serta Lapangan Cendana dikembangkan tentu akan menambah produksi gas, selain Lapangan Gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) yang saat ini sudah mulai produksi.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabanusa), Nurwahidi sebelumnya menyampaikan jika produksi gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah kedepan akan berlebih. Berlebihnya pasokan gas ini menyusul mulai produksinya Lapangan Gas JTB dan lapangan gas di wilayah Sumenep, Madura yang dikelola HCML (Hisky-CNOOC Madura Limited) yang produksi gas-nya hampir sama dengan JTB.

Selain itu, lanjut Nurwahidi, sekarang ini hasil eksplorasi yang dilakukan sebagaian besar adalah gas.

"Karena itu perlu kita pikirkan bagaimana serapan gas ini kedepannya. Makanya beberapa waktu lalu kita mengadakan Gas Expo dengan mengundang pelaku industri dan BUMD yang tujuannya bisa berkolaborasi memanfaatkan produksi gas," kata Nurwahidi saat bincang media di Pendapa Rumah Menteri Sekretaris Negara, Partikno di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo beberapa waktu lalu.(suko)

Kredit

Bagikan