SKK Migas Beberkan 5 Faktor Pengaruhi Pasar Minyak Dunia Hingga 2023

user
Nugroho 17 Oktober 2022, 21:26 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan lima faktor yang mempengaruhi pasar minyak dunia sampai dengan tahun 2023 mendatang. Salah satunya adanya ancaman kebijakan ekspor minyak Rusia pada Bulan Nopember-Desember mendatang.

Kepala SKK Migas, Dwi Sutjipto mengatakan, ada lima variabel yang mempengaruhi kondisi pasar minyak dunia yang perlu dicermati. Pertama yaitu Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) plus Price and Spare Capacity atau informasi terbaru perihal OPEC yang memotong produksi. Sehingga harga minyak naik lagi ketika beberapa saat cenderung turun.

"Jadi seperti kita ketahui ketika inflasi tinggi berarti akan mengancam ekonomi. Orang akan ngerem investasi karena inflasi tinggi. Dan demikian tadi kebutuhan migas juga akan menurun, dan itu membuat harga menjadi turun. Dan ketika harga turun, OPEC menentukan kurangi produksi tentu harga akan naik lagi," katanya dalam koferensi pers secara live, Senin (17/10/2022).

Faktor kedua, lanjut Dwi, adalah US Production Growth, yaitu produksi dari Amerika sudah sangat berperan terhadap supply and demand migas dunia. Tentu saja aspek ini akan dicermati sebagai keseimbangan terhadap OPEC Plus.

"Variabel ketiga adalah Chinese Demand, atau kebutuhan konsumsi migas Negara Cina yang sangat tinggi. Yang mana pada saat pandemi kemarin sempat masih tertahan, pada saat pandemi berakhir konsumsi migas di Cina akan menjadi besar," bebernya.

Faktor keempat, menurut Dwi, ekspor minyak Rusia yang kemungkinan akan ada ancaman dari kebijakan di Bulan Nopember-Desember yang akan datang juga akan berpengaruh.

"Apakah ekspor Rusia menjadi terhambat. Demikian juga bagaimana reaksi Rusia nanti terhadap hal tersebut," ujar mantan Direktur Utama Pertamina itu.

Variabel kelima adanya potensi price cap, dan maritim services sanction. Dwi menandaskan, pembicaraan nuklir antara Iran - Amerika merupakan hal-hal penuh dinamika yang betul-betul perlu dicermati. Karena sulit untuk menentukan prediksi skenario harga minyak dunia kedepan.

"(Tetapi) tetap harus berada pada beberapa skenario yang kita terus jaga. Sejauh ini kita masih memegang sekitar angka USD90 (per barel) sebagai harga di tahun 2023. Tetapi boleh jadi akan turun nanti apabila ada pelemahan-pelemahan ekonomi," pungkas Dwi.(fin)

Kredit

Bagikan