Kenaikan Harga Minyak Dunia Tak Diikuti Investasi Signifikan

user
Nugroho 18 Oktober 2022, 22:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Melonjaknya harga minyak dunia tidak diikuti dengan kenaikan investasi dari perusahaan migas secara signifikan. Hingga triwulan ketiga 2022 realisasi investasi baru mencapai US$ 7,7 miliar dari target US$ 13,2 miliar.

Kepala Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK migas), Dwi Sutjipto mengungkapkan perihal kebijakan para pemain migas global terhadap keuntungan yang sangat tinggi yang diperoleh dari naiknya harga minyak. Dari keuntungan cash yang diinvestasikan oleh para perusahaan migas pada kegiatan upstream (hulu migas) hanya sekira 27%.

"Sedangkan sebagian keuntungan lainnya dipakai untuk mengurangi hutang. Kemudian konsolidasi beberapa bisnis melalui atau Multinational Enterprise atau Perusahaan Multinasional," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Dwi, ada investasi lain yang sudah mulai masuk di industri energi baru terbarukan atau perusahaan migas mulai menambah investasi di sektor renewables. Dan sebagian dipakai untuk membayar dividen.

"Jadi kita memang melihat meskipun kenaikan harga minyak begitu melonjak tajam, tetapi untuk investasi juga tidak terlalu signifikan pertumbuhannya," katanya dalam konferensi pers yang dikutip SuaraBanyuurip.com dari kanal digital resmi SKK Migas, Selasa (18/10/2022).

Hal itu diakui oleh Dwi, seringkali banyak pertanyaan muncul, kenapa harga minyak naik sangat tinggi tetapi tidak segera diikuti dengan pertumbuhan investasi setinggi harga minyak.

Karena memang banyak pihak meganalisa naiknya harga minyak diduga disebabkan oleh kondisi jangka pendek, sehingga kondisinya masih sangat dinamis. Ditambah dengan adanya ancaman krisis.

"Berbagai alasan itulah yang membuat banyak perusahaan menjadi sangat hati-hati dan mendahulukan membayar hutang," ujarnya.

Dwi menyampaikan, hingga triwulan ketiga 2022 realisasi investasi mencapai US$ 7,7 miliar dari target US$ 13,2 miliar. Namun jumlah ini akan ada penambahan secara signifikan hingga akhir tahun nanti karena masifnya kegiatan pengeboran sumur pengembangan.

Mantan Dirut PT Pertamina itu menambahkan, hingga per September 2022 kegiatan pengeboran sumur eksplorasi sudah mencapai 21 sumur atau menyamai capaian triwulan yang sama tahun lalu. Untuk kegiatan pengeboran sumur pengembangan hingga triwulan ketiga 2022 mencapai 545 sumur atau sudah sekitar 171% jika dibandingkan dengan capaian triwulan ketiga 2021 dan mencapai 116% jika dibandingkan dengan capaian hingga akhir tahun 2021.

"Sedangkan workover sudah mencapai 495 sumur atau sekitar 116% di atas capaian triwulan ketiga tahun lalu dan sekitar 87% dari target tahun 2022. Dan, well service sudah mencapai 22.511 sumur atau sekitar 134% dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu dan sekitar 99% dari target 2022," pungkas Dwi.(fin)

Kredit

Bagikan