KKKS Didorong Investasi Fasilitas Migas

user
Nugroho 20 Oktober 2022, 06:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) melakukan investasi pada fasilitas migas. Sebab lebih dari 60% fasilitas migas Indonesia sudah berusia lebih dari 20 tahun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menyampaikan penurunan produksi migas Indonesia sekarang ini terutama disebabkan mayoritas lapangan yang sudah tua. Padahal, di sisi lain, Indonesia menargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas 12 BSCFD pada tahun 2030.

"Untuk mendukung pencapaian target itu, selain upaya peningkatan eksplorasi migas, kita juga mendorong KKKS melakukan investasi pada fasilitas migas yang sudah tua," kata Tutuka dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengungkapkan, lebih dari 60% fasilitas Indonesia berusia lebih dari 20 tahun. Ini berarti, dalam 10 tahun ke depan harus ada investasi untuk fasilitas tersebut. Namun, hal itu bukan hal yang mudah karena terkait tata kelola KKKS.

“Investasi untuk fasilitas tidak mudah karena menyangkut bagaimana tata kelola masing-masing perusahaan dalam memberikan alokasi perbaikan fasilitas,” papar Tutuka ketika menjadi keynote speaker pada acara Forum Fasilitas Produksi Migas Tahun 2022 yang digelar Ikatan Ahli Fasilitas Migas Indonesia (IAFMI) di Hotel Pullman, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/10/202).

Menurut mantan Kepala PPSDM Migas ini, fasilitas migas yang sudah tua dapat menyebabkan terjadinya uplanned shutdown sehingga mengganggu produksi migas. Dari tahun ke tahun, jumlah unplanned shutdown menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2020, terjadi unplanned shutdown sebanyak 9 kali, tahun 2021 sebanyak 15 kali dan 2022 juga 15 kali.

“Unplanned shutdown dari tahun ke tahun meningkat jumlahnya. Kita perlu berkejaran dengan waktu untuk memperbaiki fasilitas yang ada. Saran kami adalah dilakukan perencanaan penggantian fasilitas secara gradual. Top manajemen dari masing-masing perusahaan dengan arahan SKK Migas harus berani mengganti fasilitas,” tegas Tutuka.

Pemeliharaan fasilitas migas, lanjut Tutuka juga harus dilakukan secara masif dan pembaruannya dilakukan secara realistis sesuai kenyataan yang ada. Kata dia, gangguan pada penyediaan fasilitas juga menyebabkan penyelesaian proyek-proyek migas menjadi mundur.

"Sebagai contoh, proyek jambaran Tiung Biru (JTB) dan Tangguh Train 3. Diharapkan kelambatan ini tidak terjadi pada proyek migas lainnya," tandasnya.

Tutuka menyadari tidak mudah untuk mengatasi masalah fasilitas migas ini. Diperlukan disiplin dan kolaborasi yang kuat antara Pemerintah dan KKKS, serta pihak terkait lainnya.

“Kita tidak mengharapkan proyek delay lagi. Kita harapkan semua proyek berjalan sesuai dengan perencanaan. Itu harapan kami karena kita tidak punya waktu yang cukup lama untuk mengejar mainstream energi di dunia. Kita hanya punya 8 tahun hingga 2030,” pungkasnya.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto sebelumnya menyampaikan, naiknya harga minyak dunia tidak diikuti dengan kenaikan investasi dari perusahaan minyak secara signifikan. hingga triwulan ketiga 2022 realisasi investasi mencapai US$ 7,7 miliar dari target US$ 13,2 miliar.

Menurut Dwi, belum signifikannya investasi ini dikarena ada kebijakan para pemain migas global. Dari keuntungan cash yang diinvestasikan oleh para perusahaan migas pada kegiatan upstream (hulu migas) hanya sekira 27%. Sedangkan sebagian keuntungan lainnya dipakai untuk mengurangi hutang. Kemudian konsolidasi beberapa bisnis melalui atau Multinational Enterprise atau Perusahaan Multinasional.

Selain itu, lanjut mantan Dirut PT Pertamina itu, ada investasi lain yang sudah mulai masuk di industri energi baru terbarukan (EBT) atau perusahaan migas mulai menambah investasi di sektor renewables, dan sebagian dipakai untuk membayar dividen.

"Namun kami tetap optimis akan ada penambahan investasi secara signifikan hingga akhir tahun nanti karena masifnya kegiatan pengeboran sumur pengembangan yang dilaksanakan sekarang ini," pungkas Dwi.(suko)

Kredit

Bagikan