DPRD Bojonegoro Desak Pertamina Respon Cepat Tuntutan Warga Terdampak Migas Kolibri

user
Nugroho 24 Oktober 2022, 12:45 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Demo warga Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di lokasi sumur migas Kolibri - 001, Senin (24/10/2022), mendapat perhatian Komisi B DPRD setempat. Komisi dewan yang membidangi masalah migas ini meminta kepada operator, Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro merespon cepat tuntutan warga.

"Jangan sampai progress eksplorasi migas Kolibri yang sudah bagus ini terkendala masalah yang menjadi tanggungjawab Pertamina dan DLH kepada masyarakat sekitar," kata Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto dikonfirmasi suarabanyuurip.com.

Sigit mendesak kepada Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 segera memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak eksplorasi migas Kolibri. Kompensasi yang diberikan bisa berupa sembako atau program tanggungjawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).

"Untuk DLH Bojonegoro kami minta segera melakukan tes ambang batas. Baik itu kebisingan, potensi gas H2S, dan polusi. Untuk memastikan keselamatan warga benar-benar terjamin dari adanya kegiatan eksplorasi migas Kolibri," tegas Ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Sigit menambahkan, Komisi B akan segera memanggil Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 dan DLH Bojonegoro untuk melakukan rapar dengar pendapat (hearing). Tujuannya untuk mengetahui progress eksplorasi migas Kolibri. Mulai dari standart keselamatan bagi warga sekitar, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang sudah digulirkan operator.

"Kita agendakan setelah ada perkembangan di lapangan," pungkasnya.

Sementara itu, puluhan warga Desa Bondol melakukan demo di lokasi migas Kolibri. Mereka mengaku tes sumur yang dilakukan Pertamina EP Sukowati Field Zona 11 telah menimbulkan dampak langsung bagi warga. Diantaranya bising, polusi udara, bau tidak sedap yang membuat kepala pusing dan perut mual mual yang membuat warga tidak nyaman.

"Kami minta Pertamina memberikan kompensasi kepada warga. Karena kami sudah merasa dirugikan akibat akitifitas migas di sini," kata koordinator aksi, Kusnan.(suko)

Kredit

Bagikan