Sebut Tiap Sumur Gas JTB Mampu Hasilkan 60 MMSCFD

user
Sasongko 02 November 2022, 20:30 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Unitisasi Gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan memiliki enam titik well pad atau tapak sumur.

Dari keenam sumur gas tersebut, tiap sumur mampu menghasilkan gas sebesar 60 juta standar kaki kubik per hari atau 60 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day).

General Manager Gas JTB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), Ruby Mulyawan menyebutkan, total produksi gas dari enam well pad di JTB bisa mencapai 315 sampai dengan 330 MMSCFD.

"Rinciannya, pada tiap-tiap sumur gas ini rata-rata mampu menghasilkan gas sekira 60 MMSCFD," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (02/11/2022).

Lokasi GPF JTB di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Meskipun demikian, lanjut Ruby, gas yang dihasilkan masih membutuhkan pembersihan. Disebabkan dalam gas masih banyak mengandung komponen yang tidak diinginkan. Pembersihan dibutuhkan hingga menghasilkan gas yang layak jual. Yakni sebesar 192 MMSCFD.

Selain gas, JTB juga dikabarkan menghasilkan kondensat sebesar 2.892 Barrel Per Day (BPD). Kondensat tersebut dialirkan melalui Central Processing Facility Banyu Urip yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

"Hasilnya nanti akan dijual bersama dengan minyak mentah dari lapangan minyak Banyu Urip," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Unit Percepatan Proyek (UPP) JTB, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Waras Budi Santoso menjelaskan, bahwa JTB diproyeksikan bakal beroperasi penuh pada bulan Desember 2022.

"JTB mampu memproduksi gas dengan kapasitas penuh mencapai 192 MMSCFD dan bisa bertahan hingga tahun 2035 memdatang," jelasnya. (fin)

Kredit

Bagikan