Lampaui Target, Pertamina Hulu Energi Temukan Cadangan Migas Baru 283 MMBOE

user
Nugroho 18 November 2022, 22:54 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina telah memvalidasi cadangan migas baru sebesar sebesar 283 mmboe. Jumlah tersebut telah melampaui target tahun 2022 sebesar 222 mmboe.

"Temuan sumber daya migas telah mencapai 127.5% dari target tahun," ini kata Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Jumat (18/11/2022).

Muharram menjelaskan, temuan sumber daya migas migas 2C itu melalui pengeboran sumur eksplorasi yang masif dan agresif. Antara lain melalui sumur Manpatu-1X di Mahakam Kalimantan, Sungai Gelam Timur-1 di Jambi, Wilela-001 di Onshore Sumatera Selatan, Bajakah-001 di Onshore Jawa Barat, R-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO), Sungai Rotan-1X di Jambi, dan Markisa-001 di Papua, GQX-1 di Offshore Utara Pulau Jawa

Kemudian, lanjut dia, Kolibri-001 di onshore Jawa Timur dan yang terbaru pada sumur S-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO). Sedangkan pengeboran eksplorasi yang kini tengah berjalan, antara lain Kenanga-001, NSO S-2, Helios D-1, Kembo-001 dan FB3N.

‘’Hingga saat ini, Subholding Upstream Pertamina telah menyelesaikan pengeboran eksplorasi sebanyak 15 sumur dan sedang proses pengeboran sebanyak 5 sumur," jelas Muharram.

Dia mengungkapkan, Subholding Upstream Pertamina menerapkan beberapa inovasi teknologi dalam melaksanakan eksplorasi antara lain Broadband Marine 2D seismic Acquisition yang memiliki resolusi dan kualitas lebih baik, Full Tensor Gravity Gradiometry (FTG) yang juga memiliki resolusi data gradiometri gravitasi yang lebih tinggi untuk memungkinkan pencitraan bawah permukaan secara lebih detail dibandingkan dengan data gravitasi konvensional.

‘’Selain itu, Subholding Upstream Pertamina juga telah menyelesaikan Vibroseis Survey yang memiliki teknologi mutakhir untuk evaluasi target sub-vulkanik yang lebih baik melalui penerima nirkabel,’’ jelas Muharram.

Hingga saat ini, Subholding Upstream Pertamina telah melaksanakan survey seismik 2D sepanjang 1173 km dan survey seismik 3D seluas 269 km2.

Terdapat tiga strategi utama yang dijalankan oleh Subholding Upstream yaitu optimalisasi pengelolaan aset WK eksisting, strategi new venture, dan strategi partnership.

"Pertamina terus mengeksplorasi semua potensi sumber daya migas yang ada. Dengan melakukan kegiatan eksplorasi, maka diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemenuhan target produksi yang akan menjaga keberlanjutan keamanan pasokan energi untuk Indonesia," tegas Muharram.(suko)

Kredit

Bagikan