Satya Widya Yudha : Gas JTB Bakal Jadi Tulang Punggung Pemenuhan Gas Nasional

user
Sasongko 30 November 2022, 18:36 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Bojonegoro - Proyek pengembangan lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang berpusat di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan menjadi tulang punggung pemenuhan gas nasional Indonesia dalam rangka menghadapi fase transisi energi.

Hal tersebut diungkapkan oleh anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, dalam kunjungannya ke JTB pada Senin (28/11/2022).

Satya mengatakan, bahwa lapangan Gas JTB yang memiliki kapasitas produksi besar dapat menjadi tulang punggung pemenuhan gas nasional di Indonesia. Dengan demikian gas JTB nantinya diandalkan dalam menopang transisi energi dimana gas sebagai backbone menuju energi baru terbarukan.

"Gas menjadi tulang punggung atau menjadi jembatan pengalihan dari energi fosil menjadi energi terbarukan dikemudian hari," ujar Satya Widya Yudha dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurip.com, Rabu (30/11/2022).

Sementara Kepala SKK Migas Perwakilan Jawa, Bali  dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Nurwahidi, siap mendukungan terhadap program kerja yang tengah dijalankan oleh DEN. Seperti diketahui bersama, salah satu tugas dari Dewan Energi Nasional yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ialah menetapkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

"Kami akan memberikan dukungan, apalagi Jabanusa juga memiliki cadangan gas yang cukup tinggi, semoga dapat memberi manfaat yang luas," ungkapnya yang turut hadir dalam kunjungan.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Gas Project JTB, Ruby Mulyawan menyampaikan, JTB dalam proses optimalisasi produksi gasnya. Saat ini sales gas JTB sekitar 71 MMSCFD. Sementara itu, nantinya jika telah memasuki fase normal produksi, gas JTB mampu memproduksi raw gas sekitar 330 MMSCFD dan sales gas sebesar 192 MMSCFD.

"Sejak September lalu, JTB telah berhasil menyalurkan sales gas-nya ke pipa distribusi Gresik-Semarang untuk memenuhi kebutuhan industri yang ada di sebagian wilayah Jawa," katanya.

Kunjungan DEN ke JTB dalam rangka sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 41 tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan dan Penanggulangan Krisis Energi dan/atau Darurat Energi. DEN juga memiliki tugas utama menetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis dan darurat energi.

Turut hadir dalam kunjungan ke JTB ini anggota DEN lain diantaranya, Agus Puji Prasetyo dan As Natio Lasman. Beberapa lembaga, diantaranya perwakilan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, PT Pertamina Gas Negara (PGN) yang hadir secara hybrid, yaitu daring maupun luring dan diterima oleh manajemen PT Pertamina EP Cepu Zona 12 sebagai tuan rumah.(sam)

Kredit

Bagikan