JTB Diproyeksi Sumbang Pendapatan Negara Rp 23,1 Triliun

user
Nugroho 01 Januari 2023, 22:38 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro -- Proyek Gas Jambaran - Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diproyeksikan bisa menghasilkan penerimaan negara sebesar US$ 1,59 miliar atau setara dengan Rp 23,1 triliun.

Saat ini, produksi dari Lapangan JTB berada pada kisaran 70 MMSCFD. Dalam waktu dekat JTB diharapkan akan mampu memproduksi sales gas full capacity 192 MMSCFD.

Sekretaris SKK Migas, Shinta Damayanti menyampaikan proyek gas JTB telah beroperasi pada 20 September 2022. Proyek ini menelan investasi US$ 1,55 milyar atau setara dengan Rp 22,5 triliun. Proyek ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 330 MMSCFD dengan level produksi saat ini sebesar 192 MMSCFD.

“Proyek JTB ini menjadi kebanggaan karena ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional Industri Hulu Migas,” kata Shinta dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip melalui surel (surat elektronik).

Dia menegaskan, SKK Migas terlus melanjutkan komitmennya untuk mencari sumber-sumber baru penerimaan dari minyak dan gas bumi.

"Salah satunya proyek yang menjanjikan adalah proyek JTB ini," tandasnya.

Wilayah Kerja Cepu selama ini menjadi tulang punggung energi nasional. Selain JTB yang dikelola Pertamina EP Cepu (PEPC), di wilayah ini terdapat Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Lokasi kedua lapangan migas ini saling berdekatan.

Hingga Mei 2022 lalu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah berhasil melakukan produksi siap jual (lifting) ke-800 dari Wilayah Kerja (WK) Cepu.

"Jika dihitung sejak WK Cepu berproduksi, dengan total investasi sekitar Rp 57 triliun (atau US$ 4 miliar), WK Cepu telah menghasilkan 540 juta barel minyak dan memberikan lebih dari Rp 310 triliun (atau US$ 21,6 miliar) bagi pendapatan negara berupa bagi hasil pemerintah dan pembayaran pajak," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto beberapa bulan lalu.(suko)

Kredit

Bagikan