Kuota Pertalite 2023 Ditetapkan 32,56 Juta KL dan Solar 17 Juta KL

user
Nugroho 07 Januari 2023, 11:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menetapkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun 2023. Untuk Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) minyak tanah (kerosene) sebesar 0,5 Juta Kilo Liter (KL), minyak solar sebesar 17 Juta KL, sedangkan untuk Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP/Pertalite) sebesar 32,56 Juta KL.

Kepala BPH MigasErika Retnowati menyampaikan, kuota JBKP pada 2023 ini mengalami peningkatan 2,6 juta KL. Penambahan kuota didasari oleh tren konsumsi bulanan BBM Tahun 2022 yang sudah mendekati normal setelah mengalami penurunan saat pandemi.

"Perhitungan ini masih mengacu Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014, dimana belum ditetapkan Rincian konsumen pengguna dan titik serah untuk Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan," jelas Erika di Jakarta.

Saat ini, lanjut dia, BPH Migas dan para pemangku kepentingan yang lainnya sedang mengusulkan Revisi Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

"Tujuannya agar JBT dan JBKP tepat sasaran," tegas Erika.

Pihaknya meminta agar JBT Solar dan JBKP Pertalite dapat didistribusikan dengan tepat sasaran. Selain perbaikan regulasi melalui revisi perpres 191/2014, juga ditingkatkan pengendalian penyaluran BBM dengan pemanfaatan teknologi informasi, melalui pendaftaran konsumen pengguna pada web subsidi tepat.

"Itu dapat diakses melalui aplikasi My Pertamina," ucapnya.

Erika menjelaskan, pengendalian distribusi BBM ini sesuai ketentuan dalam perpres 191/2014 bahwa pendistribusian JBT dan JBKP dilakukan secara tertutup.

"Nantinya hanya konsumen yang terdaftar yang dapat dilayani untuk memperoleh JBT dan JBKP," pungkasnya.(suko)

Kredit

Bagikan