SKK Migas : Sejak 2016, Realisasi Investasi Hulu Migas 2022 Tertinggi

user
Sasongko 19 Januari 2023, 20:21 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan, bahwa realisasi investasi hulu migas di tahun 2022 tercatat yang paling tinggi dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir sejak 2016.

Hal itu terungkap dalam kegiatan konferensi pers "Capaian Kinerja SKK Migas Tahun 2022 dan Target Tahun 2023" di Jakarta, diikuti oleh SuaraBanyuurip.com via aplikasi zoom, Rabu (19/01/2023) kemarin.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto mengatakan, investasi dibidang bisnis hulu migas menunjukkan tanda pertumbuhan sejak pandemi Covid-19. Pertumbuhan investasi ini dinilai berhubungan dengan beberapa kondisi yang sedang terjadi secara global.

"Dengan adanya konflik dibeberapa area, Rusia-Ukraina, kemudian (menjadikan) harga menjadi tinggi. Terjadi inflasi tinggi," katanya.

Dwi Soetjipto memaparkan, bahwa karena inflasi juga meningkat, meskipun kegiatan hulu migas dari sisi investasi meningkat sebesar 6,5 persen. Namun sebanyak 5 persen dari peningkatan itu tersedot untuk biaya inflasi.

Investasi Hulu Migas meningkat di atas rata-rata dunia.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Peningkatakan rasio reinvestasi dikatakan juga mengalami peningkatan. Dari 24 persen naik menjadi 28 persen. Yang dimaksud rasio ini adalah bagaimana investor menerima dana dan kemudian diinvestasikan lagi.

"(Karena) harga minyak diperkirakan tinggi, jadi mereka invest lagi," paparnya.

Kendati terjadi perlambatan perekonomian dunia sebagai dampak pandemi Covid-19 dan akibat perang Rusia-Ukraina yang masih berkecamuk hingga kini, Dwi menyebut, realisasi investasi hulu migas 2022 tercatat sebagai yang paling tinggi sejak tujuh tahun terkahir atau sejak 2016 silam.

Dijelaskan, realisasi investasi hulu migas tahun 2022 mencapai US$12,3 miliar atau setara dengan Rp182 triliun. Ini lebih tinggi jika dibandingkan realisasi investasi tahun 2021 sebesar US$10,9 miliar, atau tercapai 113 persen dari target.

Capaian kinerja bidang investasi 2022 ini bahkan juga disebut melampaui realisasi investasi sebelum pandemi, yang tercatat mencapai US$11,7 miliar. Selain itu, kinerja investasi hulu migas nasional yang naik 13 persen dibandingkan tahun 2021 dinilai lebih baik dibanding kenaikan secara global.

"Karena kenaikan rata-rata investasi secara global hanya sebesar 5 persen," jelasnya.

Ditambahkan, bahwa peningkatan realisasi investasi hulu migas ini menunjukkan kemajuan dalam upaya peningkatan iklim investasi dan terjadinya peningkatan daya saing secara signifikan.

Dia menilai, capaian itu terlaksana tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh Pemerintah. Baik berupa insentif maupun kemudahan-kemudahan lainnya. Begitu pula karena pihaknya juga lebih aktif melakukan promosi.

"Kami aktif menjemput bola, tidak menunggu investor datang," tambahnya.

Peningkatan investasi hulu migas nasional, menurut Dwi, menunjukkan pula adanya kepercayaan terhadap industri hulu migas nasional bahwa indstri ini akan terus berkelanjutan.

Sedangkan untuk target investasi hulu migas pada tahun 2023 dipatok sebesar US$15,5 miliar. Target ini naik sebesar 26 persen dibandingkan realisasi investasi 2022.

"Target ini juga lebih tinggi kalau dibandingkan dengan peningkatan investasi global yang rata-rata hanya sebesar 6,5 persen," ucapnya.(fin)

Kredit

Bagikan